Jumat, 15 Mei 2026

Jababeka (KIJA) Bidik Marketing Sales Rp 2 T

Penulis : Thresa Sandra Desfika
14 Feb 2023 | 09:10 WIB
BAGIKAN
Kawasan Industri Jababeka. (Ilustrasi/Ist)
Kawasan Industri Jababeka. (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Jababeka Tbk (KIJA) merealisasikan Rp 1,72 triliun penjualan pemasaran real estat untuk tahun 2022, dengan demikian melampaui target full year 2022 (FY22) yang sebesar Rp 1,7 triliun dan melampaui pencapaian FY21 sebesar Rp 1,42 triliun.

Corporate Secretary Jababeka Muljadi Suganda menjelaskan, pada tahun 2022, marketing sales dari Cikarang mencapai Rp 844,2 miliar dari lahan seluas 14,4 hektare. Ini termasuk penjualan tanah matang seluas 10,6 hektare sebesar Rp 377,6 miliar.

“Dari segmen penjualan tanah dan bangunan pabrik yang totalnya mencapai Rp 558,1 miliar, di mana lebih dari 90% berasal dari investor domestik, sedangkan sisanya dari beberapa investor asing (terutama dari Korea Selatan) yang membeli tanah dan/atau bangunan pabrik standar di Kota Jababeka pada tahun 2022,” ungkap Muljadi dalam keterangan resmi dikutip Selasa (14/2/2023).

ADVERTISEMENT

Kendal menyumbang marketing sales sebesar Rp 737,2 miliar dengan total lahan seluas 54,1 hektare di tahun 2022, meningkat sekitar 74% dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 423,9 miliar. Penjualan dari industri domestik juga mendominasi di Kendal dengan kontribusi sebesar 79% pada tahun 2022, sedangkan penjualan dari investor asing yang berasal dari Cina, Jerman, dan Korea Selatan, memberikan kontribusi sebesar 21%.

Di Kendal, penjualan tunggal terbesar berasal dari perusahaan peralatan rumah tangga dari Indonesia, yang membeli lahan seluas 13,5 hektare sebesar Rp 194,5 miliar pada tahun 2022.

Terakhir, Tanjung Lesung dan produk lainnya membukukan marketing sales sebesar Rp 135,5 miliar pada tahun 2022, lebih dari dua kali lipat dari tahun 2021.

“Target marketing sales Jababeka untuk tahun 2023 adalah Rp 2 triliun, 16% lebih tinggi dibandingkan dengan pencapaian tahun 2022 yang didukung oleh pipeline yang solid dan menjanjikan untuk penjualan lahan industri di Cikarang dan Kendal,” papar Muljadi.

Sebesar Rp 1 triliun dari target tersebut diharapkan berasal dari Cikarang & lainnya (tidak termasuk perusahaan joint venture/JV) yang terdiri dari Rp 750 miliar tanah matang dan bangunan industri dan Rp 250 miliar dari produk residensial dan komersial di Cikarang & lainnya. Sisanya sebesar Rp 1 triliun berasal dari perusahaan-perusahaan JV, di mana Kendal merupakan kontributor terbesar dengan target marketing sales sebesar Rp 800 miliar pada tahun 2023, dan Rp 200 miliar dari JV residensial/komersial di Cikarang.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia