Jumat, 15 Mei 2026

Melesat 59,7%, Laba BFI Finance Capai Rp 1,8 Triliun

Penulis : Prisma Ardianto
14 Feb 2023 | 10:59 WIB
BAGIKAN
Gedung BFI Finance
Gedung BFI Finance

JAKARTA, Investor.id -  PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) mencetak lonjakan laba bersih sebesar 59,7% menjadi Rp 1,8 triliun sepanjang 2022. Perolehan ini disokong pertumbuhan bisnis pembiayaan yang berdampak terhadal peningkatan pendapatan dan terkendalinya kualitas aset.

Finance Director BFI Finance Sudjono mengatakan, perusahaan berhasil meminimalisir dampak pandemi dan mengembalikan pertumbuhan bisnis sepanjang tahun 2022 ke level yang lebih tinggi dari posisi prapandemi, bahkan di atas rata-rata industri.

Berbagai keputusan strategis dan pemutakhiran proses bisnis sepanjang pandemi telah memberikan hasil yang baik pada 2022.

ADVERTISEMENT

"Hal ini ditandai dengan pertumbuhan yang sehat juga tingkat risiko yang terkendali, dimana nilai pencadangan, kualitas aset, dan seluruh rasio penting keuangan yang menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kami berterima kasih atas dukungan dan kepercayaan semua pihak, sehingga kami mampu untuk membukukan kinerja yang solid," Sudjono dalam keterangannya, Selasa (14/2/2023).

Hingga akhir 2022, BFI Finance berhasil membukukan aset Rp 22 triliun atau melesat 40,3% (yoy). Sementara dari sisi pembiayaan, total pembiayaan baru (booking) mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan, yakni Rp 20 triliun atau naik 52,7% (yoy).

Perolehan booking tersebut mendorong piutang pembiayaan dikelola tercatat Rp 20,5 triliun atau tumbuh 40,7% (yoy). Jika dirinci, pembiayaan roda empat sebesar 67,3%, alat berat dan mesin 13,0%, roda dua 11,9%, pembiayaan agunan sertifikat rumah dan ruko (property-backed financing) 4,2%, serta syariah sebesar 3,6%.

Menurut Sudjono, capaian positif ini tak lepas dari mobilisasi masyarakat yang kembali aktif, daya konsumsi yang mulai menggeliat, kondusifnya perekonomian nasional sepanjang tahun lalu, serta, ekspor yang gencar dibarengi derasnya aliran investasi ke berbagai sektor usaha. Sejumlah indikator ini mendukung Industri pembiayaan nasional ikut terkerek dengan tren pertumbuhan dan kualitas yang baik sepanjang tahun berjalan.

Disamping itu, terjadi peningkatan inflasi akibat ancaman resesi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Termasuk imbas pada kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) sebanyak empat kali selama tahun 2022, dari 3,5% menjadi 5,5%, tetapi secara keseluruhan dampaknya dapat dikendalikan.

Hal tersebut tercermin salah satunya dari rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) sukses ditekan di angka bruto 1,00% atau turun 25 bps (yoy) dengan NPF coverage berada pada angka 4,1 kali. Persentase NPF ini lebih rendah dari rata-rata industri yang dilaporkan mencapai 2,32% per Desember 2022.

Sudjono menjelaskan, di awal pandemi Covid-19, BFI Finance telah menyalurkan relaksasi kredit kepada lebih dari sepertiga konsumen yang berhak. Sejalan dengan normalisasi kegiatan ekonomi masyarakat, restrukturisasi kredit juga terus menurun secara masif di tahun 2022 dengan konsumen tersisa tinggal 1,6% dan kontrak restrukturisasi yang masih aktif hanya tersisa 0,4% dari nilai total piutang pembiayaan.
 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia