Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Diprediksi Lanjutkan Pelemahan

Penulis : Indah Handayani
15 Feb 2023 | 07:31 WIB
BAGIKAN
Tangki penyimpanan terlihat di Kilang Los Angeles Marathon Petroleum, yang memproses minyak mentah domestik dan impor di Carson, California, AS pada 11 Maret 2022. (FOTO: REUTERS/Bing Guan/File Photo)
Tangki penyimpanan terlihat di Kilang Los Angeles Marathon Petroleum, yang memproses minyak mentah domestik dan impor di Carson, California, AS pada 11 Maret 2022. (FOTO: REUTERS/Bing Guan/File Photo)

JAKARTA, investor.id – Harga minyak diprediksi akan lanjutkan pelemahan pada Rabu (15/2/2023). Harga minyak diprediksi akan bergerak pada rentang US$ 76,3 - 81,3 per barel. Pada Selasa (14/2/2023), harga minyak merosot lebih dari 1%.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga minyak memperpanjang kerugian pada hari Selasa karena pasar mengukur dampak potensial dari penjualan minyak mentah tambahan dari Cadangan Minyak Strategis AS.  Administrasi Biden mengatakan pada hari Senin bahwa mereka akan menjual 26 juta barel minyak mentah dari SPR sebagai bagian dari rilis yang diamanatkan oleh Kongres.

“Penjualan tersebut dilakukan setelah Departemen Energi merilis rekor 180 juta barel dari cadangan pada tahun 2022 untuk memerangi kenaikan harga bahan bakar,” tulis Ibrahim dalam risetnya, Rabu (15/2/2023).

ADVERTISEMENT

Ibrahim menjelaskan, SPR saat ini berdiri di 372 juta barel - level terendah sejak 1983. Rilis terbaru dijadwalkan untuk penawaran pada 28 Februari dan ditetapkan untuk pengiriman antara April dan Juni. Tetapi penjualan tambahan juga datang pada saat pasar minyak mentah AS dibanjiri pasokan, sementara permintaan melemah di tengah tekanan aktivitas ekonomi dari suku bunga tinggi dan inflasi.

Menurut Ibrahim, focus pasar saat ini adalah kejutan kenaikan, yang dapat memicu retorika hawkish Fed dan mempertahankan kenaikan suku bunga lebih lama. Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan akan melambat dalam beberapa bulan mendatang karena efek kenaikan suku bunga yang tajam di tahun 2022 dirasakan, yang pada gilirannya diperkirakan akan membebani permintaan minyak mentah. Kenaikan suku bunga juga diperkirakan akan mendorong dolar, yang membuat minyak mentah lebih mahal bagi pembeli internasional.

Jajak pendapat Reuters menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga setidaknya dua kali lebih banyak dalam beberapa bulan mendatang. Inflasi yang lebih tinggi dan kenaikan suku bunga berikutnya dapat membebani aset berisiko seperti minyak.

Di sisi lain, lanjut dia, bulls minyak bertahan untuk pemulihan permintaan di Tiongkok, importir minyak mentah terbesar dunia. Negara ini diperkirakan akan mendorong permintaan minyak mentah global ke rekor tertinggi tahun ini setelah melonggarkan sebagian besar pembatasan anti-Covid, membuka jalan bagi pemulihan ekonomi.

“Tetapi pembacaan ekonomi baru-baru ini dari Tiongkok menunjukkan pemulihan aktivitas yang terhuyung-huyung, yang dapat menunjukkan jalan yang lebih lama dari perkiraan menuju pemulihan ekonomi penuh,” tutup Ibrahim.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 48 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia