Jumat, 15 Mei 2026

Adaro Minerals Anggarkan Capex Batu Bara Rp 1,3 Triliun 

Penulis : Muawwan Daelami
16 Feb 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). (Perseroan)
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR). (Perseroan)

JAKARTA, Investor.id - PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) untuk segmen batu bara metalurgi (hard coking coal) tahun 2023 sebesar US$ 70-90 juta atau Rp 1,3 triliun.

Menurut Head of Corporate Communication Febriati Nadira, belanja modal tersebut belum mencakup investasi smelter aluminium. Sebab, perseroan memproyeksikan financial close untuk proyek smelter alumunium baru tercapai semester I-2023.

"Jadi, kami akan membuat pengumuman lebih lanjut mengenai porsi ekuitas di kemudian hari," jelas Febriati dalam keterangan resmi, Rabu (15/2/2023).

Merujuk pada laporan operasional perseroan kuartal-IV 2022, Adaro Mineral membukukan produksi batu bara sepanjang 2022 sebanyak 3,37 juta ton. Realisasi ini meningkat 47% dibandingkan produksi 2021 sebesar 2,3 juta ton.

Febriati menegaskan, volume produksi ini melampaui panduan perseroan tahun 2022 berkisar 2,8-3,3 juta ton. Alhasil, volume penjualan batu bara sepanjang 2022 bertumbuh sebesar 39% menjadi 3,2 juta ton dibandingkan 2021 sebanyak 2,3 juta ton.

Sejak konsesi PT Maruwai Coal mulai beroperasi pada 2019, Febriati menambahkan, produksi dan penjualan perseroan secara konsisten meningkat. Dari sisi volume pengupasan lapisan penutup, jumlahnya naik 62% menjadi sebesar 8,32 Mbcm tahun 2022 dari tahun sebelumnya sebanyak 5,15 Mbcm.

Hal tersebut, kata dia, menggenjot peningkatan nisbah kupas perseroan menjadi 2,47 kali pada 2022, melejit 10% dari 2,24 kali tahun FY21. Maka dari itu, tahun 2023, perseroan memperkirakan nisbah kupas mencapai 3,8 kali. Pasalnya, kegiatan penambangan di PT Lahai Coal yang notabene memiliki nisbah kupas lebih tinggi dari PT Maruwai Coal akan kembali dimulai.

Tahun 2023, dia menyatakan, perseroan mengincar penjualan batu bara berkisar 3,8-4,3 juta ton. "Ini sesuai dengan target penjualan jangka menengah sebesar 6 juta ton per tahun," terang Febriati.

Sepanjang tahun 2022, dia menyatakan, perseroan mayoritas mengekspor batu bara ke Jepang, Tiongkok, dan India yang mencapai 85%. Tahun 2023, perseroan berencana memasuki pasar-pasar baru dan meningkatkan volume penjualan ke pasar domestik.
 

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 11 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 53 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 57 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia