Caplok Menara Indosat Rp 1,6 T, Mitratel Jadi Raja Menara Asean
JAKARTA, Investor.id - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menuntaskan akuisisi sebanyak 997 menara telekomunikasi milik PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (IOH/ISAT) senilai Rp 1,6 triliun. Seiring dengan itu, total menara Mitratel naik menjadi sekitar 35.800, terbesar di Asia Tenggara.
Direktur Investasi Mitratel Hendra Purnama menjelaskan, ketertarikan perseroan meminang menara IOH dimulai sejak tahun lalu, tepatnya ketika IOH mengumumkan rencana penjualan aset tersebut. "Kami bernegosiasi dengan IOH akhir 2022 dan rampung awal Februari 2023 dan pada 15 Februari, kami teken conditial share purchase agreement (CSPA) dengan IOH," terang Hendra kepada Investor Daily, Kamis (16/2/2023).
Menurut dia, setelah proses due diligence, Mitratel dan IOH akhirnya sepakat nilai transaksi jual beli Menara itu mencapai Rp 1,6 triliun. Adapun jumlah pasti menara Mitratel setelah akuisisi aset IOH akan diumumkan 3 Maret mendatang dalam acara earning call.
Hendra menuturkan, akuisisi menara IOH masuk anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan tahun 2023. Namun, dia belum mau menyebutkan besaran capex perseroan tahun ini.
Dia hanya menegaskan, capex perseroan tahun 2022 mencapai Rp 14 triliun dan seluruhnya sudah terserap, seiring dengan akuisisi 6.000 menara telekomunikasi yang terjadi tahun lalu.
Ke depan, dia memastikan, perseroan masih akan membangun dan mengakuisisi menara produktif dan potensial.
Perseroan, tegas Hendra, menargetkan membangun 1.000 menara baru setiap tahun. Adapun untuk akuisisi tower mobile network operator (MNO) lain, perseroan selalu terbuka, baik dengan Telkomsel, XL, maupun MNO lain.
Hendra memprediksi, sebanyak 997 menara IOH yang dilepas ke Mitratel merupakan menara terakhir yang dijual perusahaan itu. Di luar itu, perseroan terbuka mencaplok menara milik perusahaan lain. “Semua tergantung apakah memang ada potensi deal. Jika ada, pasti kami berpartisipasi," tutur dia.
Di sisi lain, analis PT Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan memperkirakan, dampak positif akuisisi menara IOH terhadap Mitratel akan tercermin pada laporan keuangan perseroan kuartal I-2023. Pasalnya, menara yang dibeli sudah mencakup tenant besar, paling tidak Indosat.
Sementara itu, dia menegaskan, untuk tenant-tenant berikutnya, perseroan akan memanfaatkan strategi kolokasi atau menyewakan menara yang sudah ada kepada operator lain. Apalagi, operator lebih menyukai skema kolokasi ketimbang strategi built to suit (BTS).
"Dari akuisisi 997 tower itu, dengan asumsi belum ada penambahan tenant baru, sumbangsih ke pendapatan Mitratel sekitar Rp 140 miliar per tahun atau 2% dari total pendapatan 2022. Tetapi, kami apresiasi positif, karena itu menjadi ekspansi non-organik," kata Steve kepada Investor Daily.
Selanjutnya, Steven memperkirakan, perseroan bisa mecaplok aset-aset milik PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk (CENT). Sebab, lokasi menara Centratama berlokasi di titik titik strategis. "Jadi, menara perusahaan ini bisa menarik Mitratel untuk diakuisisi," tutup dia.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






