Terungkap! Tujuan Prajogo Pangestu Bawa Perusahaan Batu Baranya IPO
JAKARTA, investor.id - Perusahaan konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). Perseroan resmi memulai masa penawaran awal (bookbuilding) pada 17 sampai 22 Februari 2023.
Petrindo berencana melepas sebanyak-banyaknya 1,69 miliar saham atau 15,03%. Nilai nominalnya Rp 200 per saham dan ditawarkan kepada publik di kisaran Rp 200-220 setiap unitnya. Karena itu, dana segar yang bisa diraih perusahaan induk batu bara ini antara Rp 338-371,8 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Henan Putihrai Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas.
Adapun pemegang saham Petrindo Jaya Kreasi saat ini adalah Prajogo Pangestu 99,999% dan Agus Salim Pangestu 0,001%.
Jadi apa tujuan Prajogo Pangestu membawa perusahaan induk batu baranya ini menggelar IPO?
Dalam prosektus awal perseroan ditegaskan bahwa dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan oleh anak usaha, yakni PT Tamtama Perkasa (TP) sebagai modal kerja dan belanja modal yaitu termasuk untuk pembangunan intermediate stockpile (ISP) dan pembelian infrastruktur pendukungnya, seiring dengan meningkatnya produksi batu bara.
Penyaluran dana hasil IPO akan dilakukan melalui penyetoran modal oleh Petrindo kepada TP. Di mana TP akan menggunakan dana tersebut untuk, sekitar 39,95% akan digunakan untuk belanja modal pembangunan intermediate stockpile (ISP) dan pembelian infrastruktur pendukungnya. Sekitar 60,05% akan digunakan tambahan modal kerja TP untuk mendukung aktivitas yang termasuk namun tidak terbatas pada, pembayaran kontraktor tambang, pembayaran vendor dan supplier atas pembelian bahan bakar, pemeliharaan dan perbaikan jalan angkut batu bara (jalur hauling), dan aktivitas-aktivitas lainnya yang dapat mendukung kegiatan operasional pertambangan serta menunjang aktivitas produksi batu bara.
Dana hasil penawaran umum perdana perseroan digunakan untuk keperluan TP, sebagaimana disebutkan di atas dengan alasan dan pertimbangan, yakni berkontribusi secara signifikan ke pendapatan grup serta meningkatkan kapasitas produksi TP.
Apabila perseroan tidak berhasil mendapatkan seluruh dana hasil penawaran umum perdana saham yang diharapkan, perseroan akan mencari sumber pembiayaan lainnya, antara lain melalui fasilitas pinjaman pihak ketiga dan/atau dana dari pemegang saham perseroan.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





