2023, Wika Beton (WTON) Incar Kontrak Baru Rp 8,6 T
JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton/WTON) menargetkan kontrak baru tahun 2023 tumbuh 23,53% menjadi Rp 8,6 triliun dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 7,01 triliun.
Sekretaris Perusahaan Wika Beton (WTON) Dedi Indra menyampaikan, perseroan akan fokus menyasar proyek jalan tol harbour road, pengadaan tiang listrik PLN, pembangunan beberapa pabrik, dan proyek-proyek lain untuk menopang perolehan target kontrak baru tersebut.
“Sementara itu, tahun ini perseroan mengincar pendaptan Rp 7,61 triliun, dengan target laba bersih senilai Rp 225,8 miliar,” ungkap Dedi, belum lama ini.
Perseroan, kata dia, telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target-target tahun ini, seperti meningkatkan sinergi dengan Grup Wika, melakukan penetrasi pasar luar negeri dan bisnis baru, komersialisasi structural health monitoring system (SHMS), dan weight in motion (WIM), serta meluncurkan produk baru lainnya.
Baca Juga:
PGE Bakal Kantongi Dana IPO Rp 9 TTidak berhenti di situ, Dedi melanjutkan, perseroan berencana mengembangkan bisnis konstruksi serta trackwork, menggenjot optimalisasi pabrik, batching plant, dan mobile plant, mengoptimalisasikan peralatan kontruksi, mempercepat pencairan piutang, transformasi organisasi, digitalisasi proses bisnis, meningkatkan teknologi produksi, riset teknologi dan produk, mengimplementasikan system application and processing (SAP), supply chain management (SCM), serta menerapkan governance, risk, compliance (GRC) yang baik.
Paralel dengan sejumlah target tadi, Dedi menyebutkan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp 275,8 miliar yang akan digunakan untuk mengembangkan pabrik baru, mengembangkan peralatan produksi, lini bisnis material, readymix, quarry, jasa, dan pengelolaan tanah.
Hingga Desember 2022, anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (Wika) itu berhasil meraup kontrak baru sebesar Rp 7,01 triliun, naik 34,54% dari tahun sebelumnya. Peningkatan perolehan kontrak baru tahun lalu itu disumbang dari sektorswasta sebesar 58,15%, lalu dari Wika selaku induk sebesar 26,72%, BUMN 13,13%, dan pemerintah sebesar 2%.
Menurut Dedi, performa apik perseroan sepanjang tahun 2022 tidak lepas dari kontribusi sejumlah proyek, di antaranya proyek jalan tol Ancol Timur–Pluit, jaringan distribusi listrik, jalan tol Semarang–Demak, proyek Manyar smelter, dan sejumlah proyek lainnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






