Harga SUN Berpotensi Menguat Terbatas
JAKARTA, investor.id - Harga surat utang negara (SUN) pekan ini diprediksi bergerak lebih stabil dengan penguatan secara terbatas. Ketidakpastian global seperti inflasi dan tingkat suku bunga yang masih berpotensi naik, membuat pergerakan imbal hasil (yield) berada di area sempit sekitar 6,6-6,7% untuk tenor 10 tahun.
Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto menjelaskan, stabilitas pasar telah kembali, setelah pekan lalu tertekan. Hal ini ditopang oleh tingkat likuiditas yang membaik seiring dengan masuknya investor asing. Ditambah, data ekonomi Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan lebih dari 5%. Faktor inilah yang kemudian mendorong pasar SUN bergerak lebih stabil.
“Jadi, saya melihat pasar surat utang kita pekan ini akan lebih stabil dengan penguatan yang terbatas,” ucap Ramdhan kepada Investor Daily, Minggu (19/2/2023).
Dia memprediksi, pasar SUN pekan ini berbeda dengan pekan sebelumnya yang penuh tekanan akibat aksi profit taking dan kecemasan pasar menantikan hasil sidang Bank Indonesia (BI). Namun setelah sidang BI, pasar mampu kembali bertahan atau tidak melanjutkan penurunannya seperti pekan lalu.
Baca Juga:
PGE Bakal Kantongi Dana IPO Rp 9 TSementara dari sisi yield untuk tenor 10 tahun, Ramdhan mengamati, masih akan bergerak sempit karena ketidakpastian global yang masih tinggi. Kendati begitu, yield di pasar domestik
dengan US treasury pada tahun ini selisihnya semakin menipis. Kondisi ini sekaligus menunjukkan pasar surat utang Indonesia sekarang jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler



