Jumat, 15 Mei 2026

Masuk Indeks FTSE dan Profitabilitas Lebih Cepat, Penguatan Saham GOTO Diprediksi Berlanjut

Penulis : Parluhutan Situmorang
20 Feb 2023 | 08:37 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)
Ilustrasi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Foto: GOTO)

JAKARTA, Investor.id – Masuknya saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam perhitungan indeks FTSE Global bakal menjadi katalis positif lanjutan terhadap pergerakan sahamnya. Sentimen positif lainnya juga datang dari akselerasi menuju profitabilitas oleh manajemen.

Pekan lalu, FTSE dalam review semi-tahunannya memasukkan saham GOTO menjadi konstituen indeks FTSE untuk Indonesia dalam kategori large-cap. Saham GOTO masuk bersama saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menggeser PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) ke klasemen mid-cap dalam indeks FTSE.

Perubahan komposisi saham indeks FTSE berlaku efektif setelah penutupan perdagangan Jumat (17/2/2023), sehingga saham GOTO akan sah masuk menjadi konstituen per Senin (20/2/2023).

ADVERTISEMENT

“Selain fundamentalnya, menurut kami GoTo juga mendapat manfaat dari potensi inklusi Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan Financial Times Stock Exchange (FTSE), bersama dengan pembelian tambahan dari dana institusional lokal (asuransi, dana pensiun dan reksa dana),” tulis Ryan Winipta dari CGS-CIMB Sekuritas dalam laporan riset terbarunya.

Senada dengan Ryan Winipta, Heribertus Ariando dari Trimegah Sekuritas menilai, masuknya saham GOTO menjadi konstituen indeks FTSE menjadi katalis positif. “Perlu juga dicatat, inklusi GOTO ke dalam indeks FTSE Indonesia dapat menjadi katalis positif untuk jangka pendek,” tulis Heribertus dalam riset terbarunya.

Inklusi saham GOTO menjadi konstituen indeks global memang menjadi salah satu target dari manajemen perseroan untuk paruh pertama tahun 2023.

Sebelum akhirnya menjadi penghuni indeks FTSE, manajemen pengelola indeks global tersebut telah mengakui bahwa saham-saham teknologi dalam papan new economy setara dengan papan utama. Keseteraan status ini memungkinkan mereka ikut dalam proses seleksi atau skrining awal untuk dimasukkan dalam indeks.

Setelah menjadi penghuni baru indeks FTSE large-cap, saham GOTO berpotensi kebanjiran arus modal, terutama dari fund manager asing yang menggunakan indeks FTSE sebagai acuan produk investasi seperti reksadana maupun Exchange Traded Fund (ETF).

Melesat 19,04%

Pekan lalu, saham GOTO berhasil melesat 19,04% dari Rp 105 menjadi Rp 125 sepanjang pekan lalu. Level Rp 125 menjadi level penutupan tertinggi baru saham GOTO sepanjang tahun ini.

Berdasarkan data BEI, saham GOTO telah melesat sebanyak 37,4% menjadi Rp 125 sepanjang tahun ini. GOTO menjadi saham dengan kontribusi paling besar terhadap penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) year to date dengan sumbangan 64,64 poin.

Saham GOTO juga memimpin apresiasi saham-saham teknologi domestik, ketika saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melemah 4,93%; PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) turun 0,43% dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terkoreksi 0,46%.

GOTO juga semakin memantapkan posisinya sebagai saham paling aktif ditransaksikan di BEI. Mengacu pada statistik mingguan Bursa, saham GOTO menempati ranking 1 sebagai saham dengan nilai transaksi terbesar serta menjadi runner up dari sisi frekuensi untuk periode 13-17 Februari 2023.

Penguatan harga saham GOTO terkait erat dengan pertemuan manajemen bersama jurnalis dan analis pada Kamis pekan lalu (16/2). Pada acara makan malam itu, CEO GOTO Andre Soelistyo menegaskan perseroan akan mencapai adjusted EBITDA Positif pada kuartal IV-2023. Target tersebut jauh lebih cepat 5-6 kuartal dari pedoman sebelumnya.

CFO GOTO Jacky Lo menambahkan, dengan percepatan adjusted EBITDA positif, maka GOTO dapat membiayai operasional perusahaan dengan kas-nya sendiri karena pendapatan perusahaan telah melebihi beban pengeluaran.

Jacky optimistis posisi kas GOTO yang mencapai Rp 31 triliun pada akhir September 2022 sudah mencukupi, tanpa harus bergantung pada suntikan dana baru dari pemodal. Hal ini disebabkan upaya monetisasi dan optimalisasi beban usaha berjalan sesuai target. “Ini komitmen kami dalam mengarungi babak baru. Kami tidak lagi mengejar pertumbuhan yang fantastis, tetapi fokus pada laba untuk memperkuat fundamental perseroan,” katanya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia