IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan, 20 Saham Pilihan Direkomendasikan Buy Minggu ini
JAKARTA, investor.id – Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas Mino memprediksi IHSG melanjutkan penguatan dalam sepekan ini. Sebanyak 20 saham direkomendasikan buy untuk strategi trading.
Mino menjelaskan, IHSG ditutup menguat tips 0,2% pada pekan lalu tertopang saham-saham sektor teknologi yang menguat sebesar 4,3%, konsumer non-primer 1,7% dan kesehatan 1,6%. Sementara itu, sektor yang mengalami penurunan paling dalam yakni sektor properti dan real estate 2,0% dan barang baku 1,6%.
Mino memaparkan pada pekan lalu pasar menguat tipis terpengaruh sentimen positif dan negatif. Sentimen positif yang menopang pasar minggu lalu yakni keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan, surplus neraca perdagangan dan solidnya data penjualan ritel di Amerika.
"Sementara itu sentimen negatif yang memengaruhi pasar minggu lalu yakni inflasi di Amerika pada tingkat konsumen dan produsen lebih tinggi dari konsensus, klaim pengangguran mingguan yang lebih baik dari konsensus, komentar dari beberapa pejabat bank sentral Amerika dan turunnya harga komoditas," terangnya di Jakarta, Senin (20/2/2023).
Mino optimistis, pasar minggu ini masih akan melanjutkan penguatan karena tertopang sejumlah sentimen domestik dan eksternal. Sentimen domestik yang akan menopang penguatan pasar minggu ini adalah laporan keuangan dan neraca transaksi berjalan.
"Beberapa emiten besar akan merilis laporan keuangan dalam waktu dekat ini seperti XL Axiata, Indo Tambangraya Megah, Merdeka Copper Gold, Astra International, dan United Tractors. Dari laporan keuangan ini, triknya adalah cari saham-saham yang sebelum laporan keuangan trendnya berubah atau lagi naik. Setelah rilis keuangan keluar, trendnya itu berlanjut. Ini artinya investor welcome dengan laporan keuangannya," terangnya.
Terkait neraca transaksi berjalan, Mino berpandangan pada Kuartal IV-2022 neraca transaksi berjalan diprediksi akan kembali mencatatkan surplus yaitu sebesar US$ 4,3 miliar atau sedikit lebih rendah dari Kuartal III-2022 yang mencapai US$ 4,38 miliar.
"Ini masih sangat positif. Kalau Rupiah menguat, tentu akan menguntungkan emiten-emiten di sektor yang bahan bakunya masih import atau sektor-sektor yang utangnya banyak pada US dollar,” tambahnya.
Sementara itu sejumlah sentimen eksternal yang memengaruhi pasar pekan ini adalah FOMC Minutes, pidato dari beberapa pejabat Bank Sentral Amerika, klaim pengangguran, data pendapatan dan belanja personal, data personal consumer expenditure (PCE) dan harga komoditas.
Terkait FOMC Minutes, ini adalah risalah rapat Bank Sentral Amerika 31 Januari – 01 Februari 2023 yang memutuskan kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 4,50%-4,75%.
Sementara itu, pidato dari beberapa pejabat Bank Sentral Amerika, seperti John C. Williams, Loretta J. Mester, Raphael Bostic dan Philip N. Jefferson akan dinantikan pasar pada minggu ini.
Sentimen eksternal lainnya yang akan memengaruhi pasar pada minggu ini yakni terkait klaim pengangguran baru, dimana pada periode mingguan yang berakhir pada tanggal 11 Februari tercatat ada klaim pengangguran baru sebanyak 194 ribu, lebih rendah dari sebelumnya 195 ribu dan juga konsensus sebanyak 200 ribu.
"Terkait personal spending, setelah pada Desember tahun lalu mengalami hanya naik 0,2% mom, pada awal tahun ini pendapatan personal diprediksi naik 1% mom dan terkait personal consumer expenditure, setelah pada Desember 2022 pengeluaran personal mengalami kontraksi -0,2% mom, pada Januari 2023 diprediksi akan berbalik naik 1% mom," kata Mino.
Nah, tertopang sentimen domestik dan eksternal ini, Indo Premier pun merekomendasikan buy pada 20 saham ini untuk trading hingga 24 Februari 2023 mendatang pada 20 saham berikut ini:
- ERAA (Support:500, Resistance:600)
- ACES (Support:500, Resistance: 580)
- MAPI (Support:1.440 Resistance: 1.560)
- GOTO (Support:104, Resistance: 146)
- EMTK (Support:1.020, Resistance: 1.040)
- SCMA (Support:210, Resistance: 230)
- ISAT (Support:6.125, Resistance: 6.975)
- EXCL (Support:2.200, Resistance: 2.330)
- SIDO (Support:810, Resistance: 925)
- BRIS (Support:1.480, Resistance: 1.980)
- AALI (Support:8,075, Resistance: 8.600)
- ICBP (Support:10.200, Resistance: 10.600)
- MDKA (Support:4.590, Resistance: 4.910)
- JSMR (Support:3.420, Resistance: 3.650)
- MTEL (Support:680, Resistance: 740)
- TBIG (Support:2.090, Resistance: 2.220)
- MIKA (Support:2.940, Resistance: 3.360)
- BRPT (Support:850, Resistance: 940)
- MYOR (Support:2.500, Resistance: 2.860)
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






