Jumat, 15 Mei 2026

Laba Bersih Surya Esa (ESSA) Melesat 894%

Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Feb 2023 | 14:06 WIB
BAGIKAN
Kilang LPG PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA). (Ilustrasi/Perseroan)
Kilang LPG PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA). (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA), perusahaa yang bergerak di sektor energi dan kimia melalui kilang LPG dan pabrik amoniak, telah memecahkan rekor pendapatan dengan operasional yang sangat baik dan kondisi pasar yang menguntungkan pada tahun 2022.

ESSA melaporkan pendapatan tertinggi dalam sejarah perusahaan yaitu sebesar US$ 731 juta (naik 141% yoy) & EBITDA sebesar US$ 354 juta (naik 161% YoY) dalam laporan keuangan konsolidasian untuk tahun 2022.

Sementara itu, laba bersih perseroan mencapai US$ 139 juta atau melesat 894% dari tahun 2021 US$ 14 juta.

ADVERTISEMENT

"Kami dengan bangga mengumumkan rekor pendapatan tertinggi kami pada tahun 2022, membangun keunggulan operasional yang konsisten didukung oleh harga amoniak & LPG yang lebih tinggi. ESSA telah memanfaatkan kas yang lebih tinggi yang dihasilkan untuk pengurangan jumlah utang, yang mengarah ke neraca yang jauh lebih kuat. Lebih lanjut lagi, kami juga membagikan dividen pada tahun 2022 untuk pertama kalinya sejak penawaran umum perdana kami pada tahun 2012,” ungkap Presiden Direktur ESSA Chander Vinod Laroya dalam keterangan resmi, Senin (20/2/2023).

Fokus perseroan, lanjut dia, pada ESG tetap kuat dimulai dengan proyek Blue Ammonia yang sedang dieksplorasi secara luas untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang lebih bersih.

“Pabrik amoniak ESSA telah menerima penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sebuah pencapaian yang hanya berhasil dicapai oleh sedikit perusahaan, menggambarkan betapa kuatnya komitmen kami terhadap lingkungan,” paparnya.

“Ke depannya, kami tetap optimis dengan peluang pertumbuhan baru di industri gas-hilir untuk memberikan nilai yang lebih besar bagi para pemegang saham dengan mengembangkan bisnis lebih lanjut,” pungkas Chander.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 51 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 53 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia