Jumat, 15 Mei 2026

Pakar Sebut IPO PGE Bukan Privatisasi, Masyarakat Diminta Tidak Khawatir

Penulis : Harso Kurniawan
20 Feb 2023 | 22:47 WIB
BAGIKAN
PGE Go Public
PGE Go Public

JAKARTA, Investor.id - Penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE/PGEO) dinilai bukan merupakan privatisasi, karena jumlah saham yang dilepas ke publik hanya 25%.

Seiring dengan itu, masyarakat diminta tidak khawatir pada proses tersebut. Demikian disampaikan pakar hukum bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Nindyo Pramono. “PT Pertamina akan tetap sebagai pemegang kendali PGE,’’ kata Nindyo, Senin (20/2/2023).  

Nindyo menjelaskan, pelepasan saham PGE tidak akan mengubah struktur manajemen perusahaan. Artinya, Pertamina tetap memegang kendali perusahaan sebagai pemegang saham mayoritas. Lagi pula, jelas Nindyo, orientasi para pemegang saham dari IPO adalah keuntungan (gain). Para investor, tidak bisa menguasai perusahaan.

Menurut Nindyo, terdapat perbedaan antara IPO dan privatisasi. IPO atau pelepasan saham perdana merujuk pada Undang-Undang 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal, sedangkan privatisasi merujuk pada Undang-Undang 19 Tahun 2003 tentang BUMN.

ADVERTISEMENT

‘’IPO bertujuan untuk meningkatkan struktur modal dan investasi. Pada PGE, saham yang dilepas pun hanya 25%,’’ kata Nindyo.

Pada prosesnya, imbuh Nindyo, pelepasan saham perdana merujuk pada UU Pasar Modal juncto Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK). Sesuai aturan tersebut, IPO perusahaan harus melalui proses legal due diligence/legal audit dan uji tuntas kondisi keuangan perusahaan (financial due diligence).

Apabila ada perusahaan BUMN memiliki kondisi keuangannya tidak bagus, dia menyatakan, OJK tidak meloloskan sahamnya untuk listing di bursa. Upaya tersebut dilakukan pihak otoritas untuk memberikan perlindungan dan jaminan kepada investor.

Menurut Nindyo, hal itu juga terlihat pada sejumlah perusahaan BUMN yang melepas sahamnya ke publik. Apabila perusahaan tersebut dalam kondisi sehat, tidak bermasalah, tentu akan menguntungkan para investor.

‘’Kalau tidak prospek, buat apa investor taruh modal di situ? Nanti dapatnya malah capital loss,’’ tutup Nindyo.

Proses IPO PGE dijadwalkan berlangsung 20-22 Februari, sedangkan pencatatan efek di lantai bursa pada 24 Februari 2023.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia