Jumat, 15 Mei 2026

Punya Kas Kuat, GOTO Bisa Raih EBITDA Positif Tanpa Pendanaan Eksternal

Penulis : Thresa Sandra Desfika
21 Feb 2023 | 09:25 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)
Ilustrasi GOTO. (Foto: GOTO)

JAKARTA, investor.id - Kekuatan finansial PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turut mendukung dalam upaya mencapai EBITDA disesuaikan (adjusted EBITDA) yang positif pada kuartal keempat tahun 2023. Tidak dibutuhkan sumber pendanaan baru dari eksternal.

Riset Analis Mandiri Sekuritas mencatat posisi kas GOTO mencapai Rp 31,6 triliun sampai dengan kuartal ketiga 2022. Sementara itu, pada periode yang sama, minus atau rugi EBITDA yang Disesuaikan (loss run-rate) tersisa sebesar Rp 3,7 triliun.

”GOTO tidak memerlukan penggalangan dana eksternal untuk mencapai profitabilitas (menjadi menguntungkan),” tulis riset yang disusun analis Adrian Joezer dan Ryan Aristo ini.

ADVERTISEMENT

Dengan situasi ini maka GOTO akan bersama-sama dengan kompetitornya di Asia Tenggara yaitu Shopee (SEA Group Ltd) mencapai titik impas EBITDA yang disesuaikan pada akhir tahun 2023. Lebih cepat dibandingkan pemain besar lain di industri yaitu GRAB yang akan meraih adjusted EBITDA positif pada semester kedua 2024.

”Target titik impas EBITDA disesuaikan (GOTO) ini adalah lima kuartal lebih cepat dari target kami sebelumnya yaitu pada kuartal pertama tahun 2025,” riset ini menambahkan.

Maka Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham GOTO dengan target harga (target price/TP) Rp 230 per saham atau 90,1% lebih tinggi dibandingkan Rp 121 per saham saat riset ini disusun dan diterbitkan pada 16 Februari.

Situasi ini diperkuat dengan realisasi efisiensi dari GOTO secara signifikan termasuk pada pos strategi promosi.

"Kami melihat cash burn sudah turun 60-65 persen dari inisiatif yang dilakukan," ungkap Group Chief Financial Officer GoTo, Jacky Lo, secara terpisah.

Berkurangnya biaya ‘bakar uang’ dimaksud merupakan buah dari strategi berupa mendisiplinkan semua biaya. Seluruh biaya yang terjadi telah dikaji dan upaya ini secara konsisten terus dilakukan supaya efektif dan tepat sasaran.

Jacky memaparkan, berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2022, GOTO memiliki kas sekitar Rp 31 triliun. Angka penggunaan uang atau cash outflow sebesar Rp 4 triliun per kuartal atau jika ditarik garis lurus maka GOTO mengeluarkan kas sekitar Rp 16 triliun dalam setahun.

Meski begitu, pihaknya memastikan optimasi biaya dan peningkatan monetisasi akan terus terjadi di GOTO sehingga cash burn atau penggunaan kas bisa terus turun setiap kuartal.

Direktur Utama Grup GoTo, Andre Soelistyo, mengatakan target pencapaian profitabilitas yang baru ini akan membawa perseroan semakin mendekati arus kas operasional positif. Hal ini merupakan hasil dari rencana strategis GoTo yang meliputi optimisasi pendapatan (revenue optimization), pengelolaan beban usaha (cost management), serta pengembangan produk dan layanan berbasis ekosistem terintegrasi (ecosystem product growth) untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkesinambungan.

Adapun secara struktur, kata Andre, adjusted EBITDA merupakan proxy indikator untuk menunjukkan arus kas yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis secara mandiri tanpa pendanaan eksternal.

”Sebagai hasil dari pelaksanaan strategi yang terus berlangsung tersebut, perseroan akan dapat mencatatkan EBITDA yang disesuaikan menjadi positif pada kuartal empat tahun 2023. Perseroan memiliki sumber daya manusia yang tepat, didukung oleh likuiditas yang mencukupi untuk melaksanakan rencana kami, sejalan dengan misi kami untuk membangun ekosistem teknologi paling berdampak di Indonesia, dan mampu memberi nilai positif bagi masyarakat,” ucap Andre dalam siaran pers GOTO.

EBITDA yang merupakan kependekan dari earnings before interest, taxes, depreciation, and amortization (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi) merupakan salah satu ukuran kinerja keuangan perusahaan secara keseluruhan. EBITDA yang positif merupakan satu tahapan penting sebelum akhirnya perusahaan bisa meraih laba bersih.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia