Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Menguat, Dipicu Isyarat Ketatnya Pasokan

Penulis : Indah Handayani
21 Feb 2023 | 11:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak mentah
sumber: Antara
ilustrasi minyak mentah sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Harga minyak Selasa pagi (21/2/2023) terpantau kembali menguat. Dipicu beberapa sentimen positif di pasar antara lain isyarat ketatnya pasokan di pasar global, kenaikan harga minyak Iran bulan Maret, dan potensi eskalasi konflik Ukraina. Meski demikian, keraguan akan sikap OPEC+ membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, pemimpin Senat dari partai Republik AS, Mitch McConnell berencana untuk bertemu dengan Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, presiden Uni Emirat Arab (UEA), pada hari Selasa, menurut orang yang mengetahui rencana mereka.

Langkah tersebut merupakan upaya AS untuk membujuk OPEC agar mau menambah pasokannya, setelah menteri energi Arab Saudi, Pangeran Abdulaziz bin Salman, menolak permintaan yang disampaikan oleh McConnell dalam pertemuan hari Minggu untuk menunda pemangkasan produksi selama 30 hari, ungkap sumber yang mengetahui diskusi tersebut.

ADVERTISEMENT

“Berita itu sekaligus mengisyaratkan bahwa pasokan minyak di pasar global ini tidak cukup untuk mengimbangi permintaan, jika aliansi OPEC+ tidak menambah produksinya,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (21/2/2023).

Tim Research and Development ICDX menambahkan, sentimen positif lainnya datang dari keputusan Iran untuk menaikkan harga jual minyak mentah untuk pengiriman bulan Maret ke Asia sebesar $2 per barel di atas harga rata-rata minyak Oman/Dubai, atau 20 sen lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya.

“Keputusan tersebut menyusul langkah serupa dari produsen Arab Saudi yang pada awal Februari lalu mengumumkan kenaikan harga minyak untuk pengiriman bulan Maret ke Asia, yang sekaligus menandai kenaikan pertama sejak September,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, menteri luar negeri Tiongkok Qin Gang pada hari Selasa memperingatkan potensi eskalasi konflik Ukraina dan kemungkinan situasi lepas kendali, jika negara-negara tertentu tidak segera berhenti mengobarkan api.

Di hari yang sama, Tiongkok juga merilis makalah tentang Prakarsa Keamanan Global (GSI), proposal keamanan andalan Presiden Xi Jinping yang bertujuan untuk menegakkan prinsip ‘keamanan tak terpisahkan’, sebuah konsep yang juga didukung oleh Rusia.

Sementara itu, menteri energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman pada hari Senin melontarkan pernyataan bahwa keputusan OPEC dan sekutunya tidak dipolitisasi dan didasarkan pada fundamental pasar. Pangeran Abdulaziz juga menambahkan bahwa aliansi produsen minyak OPEC+ cukup fleksibel untuk menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan.

Tim Research and Development ICDX menilai, pernyataan Saudi tersebut memicu keraguan akan sikap OPEC+ yang sebenarnya, terlebih setelah pada minggu lalu Pangeran Abdulaziz menegaskan bahwa keputusan OPEC+ untuk memangkas produksi sebesar 2 juta bph akan tetap dipertahankan hingga akhir 2023.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 80 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 75 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia