22-2 Tanggal Cantik, tapi Buruk bagi Pasar Saham
JAKARTA, investor.id – Hari ini bertepatan 22-22 tanggal cantik, tapi buruk bagi pasar saham. Bahkan, IHSG terkulai tak berdaya di zona merah pada perdagangan sesi I, Rabu (22/2/2023). IHSG ditutup amblas 87,56 poin (1,27%) ke level 6.785,84. Apa Penyebabnya?
Pilarmas Investindo Sekuritas menjelaskan, buruknya kinerja pasar saham tidak hanya terjadi pada IHSG saja, tapi juga Bursa regional Asia. Hal ini dikarenakan pasar saham tertekan oleh sentiment inflasi dan suku bunga. Pasar saham masih dalam pusaran akan imbas dari inflasi yang akan mendorong kenaikan suku bunga acuannya.
“Pelaku pasar saat ini cenderung bersikap menghindari masuk ke pasar aset berisiko hal ini dampak penantian hasil FOMC Meeting Minutes-The Fed yang akan keluar esok hari,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Rabu (22/2/2023).
Pilarmas menilai, pasar tampaknya bereaksi bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed masih memiliki ruang menaikan suku bunga untuk melawan inflasi. Untuk itu, diprediksi kenaikkan tingkat suku bunga masih berpeluang terjadi dan memperlihatkan kenaikkan tingkat suku bunga hingga 5-5,5% pada 2023.
Menurut Pilarmas, hal itu memberikan petunjuk bahwa The Fed akan melakukan penerapan pengetatan kebijakan moneter untuk jangka waktu lama. Sehingga kebijakan yang diambil hingga ini memunculkan sikap kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga yang agresif belum dapat mendinginkan harga untuk memuaskan The Fed.
“AUTO. Kami merekomendasikan buy dengan support dan resistance di level 1.605-1.700. Sedangkan PER 5,93 kali dan PBV 0,61 kali,” tutup Pilarmas.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






