Jumat, 15 Mei 2026

Tak Masuk Akal, Saham Bank Jago (ARTO) Lagi-lagi Terkoreksi ke Level Terendah Baru

Penulis : Parluhutan Situmorang
22 Feb 2023 | 15:34 WIB
BAGIKAN
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta.  Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Karyawan melintas di depan logo Bank Jago di Jakarta. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Harga saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) kembali melorot hingga mencapai level terendah baru dalam satu tahun atau 52 pekan terakhir. Penurunan tersebut sudah tak masuk akal atau tak mencerminkan faktor fundamental dengan positifnya kinerja keuangan perseroan tahun 2022.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ARTO ditutup melemah hingga auto reject bawah (ARB) setelah harganya turun Rp 200 (6,76%) menjadi Rp 2.760. Level tersebut menjadi level terendah saham ARTO dalam setahun terakhir. Sedangkan level tertinggi saham ARTO dalam setahun terakhir berada di level Rp 16.900.

Bahkan, penurunan harga saham ARTO merupakan yang terdalam di antara bank digital lainnya, seperti saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) yang hanya turun 0,31%, saham PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) melemah 1,52%, dan PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) terkoreksi 6,48%.

ADVERTISEMENT

Analis Mandiri Sekuritas Bobby Kristanto Chandra dan Kresna Hutabarat dalam risetnya belum lama ini menyebutkan bahwa Bank Jago akan mendapatkan berkah penyaluran kredit melalui ekosistem GOTO. Ditargetkan, total kredit melalui ekosistem tersebut mencapai US$ 200-300 juta pada 2023. Sedangkan tahun lalu, ekosistem GOTO baru menyumbang sekitar 2% terhadap total penyaluran kredit Bank Jago.

Tak hanya itu, mereka menyebutkan, pertumbuhan kredit emiten berkode saham ARTO ini akan didukung oleh penambahan mitra penyaluran pinjaman. Perseroan juga disebut tengah menggenjot kemampuan penyaluran kredit langsung.

Seluruh strategi tersebut diharapkan mendongkrak penyaluran kredit. Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 3.600.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia