Adhi Karya (ADHI) Baru Gunakan 25,18% Dana Hasil Rights Issue
JAKARTA, investor.id - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) baru menggunakan Rp 667,88 miliar dana hasil penawaran umum terbatas (PUT) II Tahun 2022 dengan hak memesan efek terlebih dahulu (rights issue) sampai 31 Desember 2021. Sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp 1,98 triliun perseroan simpan di BNI dengan bunga 5,5% dan 3,75% per tahun.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Adhi Karya (ADHI) A.A.G. Agung Dharmawan menyatakan, total dana hasil rights issue perseroan mencapai Rp 2,65 triliun, setelah dikurangi biaya penawaran umum Rp 14,22 miliar.
“Realisasi penggunaan dana rights issue adalah penyetoran modal ke BUP (badan usaha pelaksana) proyek strategis nasional (PSN) dan proyek non-strategis nasional Rp 667,88 miliar,” terang Agung pada keterbukaan informasi, Rabu (22/2/2023).
Pengumpulan dana dari aksi korporasi tersebut, kata dia, rencananya untuk mendanai jalan tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulonprogo, tol Yogyakarta-Bawen, dan SPAM Karian-Serpong Timur.
Dia menyatakan, penerimaan penyertaan modal negara (PMN) dan rights issue mampu memperbaiki rasio keuangan perseroan. Hal ini ditandai dengan menguatnya ekuitas perseroan.
Dengan pendanaan tersebut, modal Adhi Karya bertambah Rp 8,8 triliun yang diyakini akan turut memperbaiki struktur permodalan dan debt to equity ratio perseroan. Hal ini juga dipercaya mampu menguatkan kinerja dengan potensi proyek-proyek baru yang dimiliki.
Sisa hasil penawaran umum terbatas itu ditaruh perseroan pada instrumen giro special rate di Bank BNI, masing-masing Rp 1,32 triliun dan Rp 684,77 miliar dengan bunga 5,5% dan 3,75%. “Hubungan bank dengan perseroan bukan afiliasi,” terang Agung.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






