Jumat, 15 Mei 2026

Dua Sekuritas Asing Ini Rekomendasikan Buy Saham GOTO, Begini Pertimbangannya

Penulis : Parluhutan Situmorang
23 Feb 2023 | 13:22 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist

JAKARTA, investor.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kembali mendapatkan pandangan positif dari dua sekuritas asing ini. Bahkan, dua sekuritas tersebut merevisi naik prospek saham GOTO setelah mempertimbangkan langkah-langkah manajemen guna mempercepat profitabilitas.

Citi Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi beli saham GOTO dengan target harga Rp 250. Dengan harga penutupan GOTO kemarin di level Rp 116, terbuka peluang penguatan sebesar 115% atas saham perusahaan teknologi raksasa ini.

Bagitu juga dengan UOB Kay Hian Sekuritas yang merevisi prospek saham GOTO dari hold menjadi buy dengan target harga saham menjadi Rp 190. Sekuritas ini menyebutkan bahwa saham GOTO kian atraktif, apalagi setelah harga saham perusahaan teknologi ini turun.

ADVERTISEMENT

Citi Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan dua faktor utama penopang pergerakan harga saham GOTO dengan target menuju Rp 250, yaitu perubahan fokus manajemen untuk mempercepat profitablitas dan membawa EBITDA disesuaikan menjadi positif dalam jangka waktu 12-15 bulan ke depan. Perseroan akan terus berupaya memangkas cash burning menjadi Rp 6-7 triliun per tahun dan kas bersih akhir tahun diprediksi mencapai Rp 28,5 triliun.

“Katalis tambahan terhadap penguatan saham GOTO datang dari masuknya saham GOTO dalam perhitungan indeks FTSE mulai Maret tahun ini dan rilis kinerja keuangan perseroan kuartal I-2023 yang diprediksi lebih baik,” tulis ulasan saham tersebut.

Sementara itu, analis UOB Kay Hian Sekuritas Stevanus Juanda mengungkapkan, GOTO memiliki empat amunisi guna mempercepat profitabilitas sesuai dengan target manajemen. Target tersebut optimistis tercapai dengan melihat tingkat efektivitas keempat inisiatif yang sedang dijalankan perseroan.

Inisiatif pertama adalah kehadiran layanan premium on demand service melalui Go Car Lux yang menawarkan tarif lebih tinggi berkisar 50-60% dibandingkan tarif regular. Hal ini diharapkan bisa menaikkan pendapatan kotor perseroan dengan ekspektasi take rate lebih tinggi dari layanan on demand service.

Kedua adalah Tokopedia masih memiliki peluang untuk menaikkan take rate berkisar 50-100 bps tahun 2023. Menurut dia, take rate Tokopedia saat ini baru mencapai 3,2% atau tergolong masih rendah dibandingkan Alibaba sekitar 6-7%. Sedangkan pendapatan iklan baru mencapai 1% atau berada di bawah Alibaba sekitar 3% dan Pinduoduo mencapai 3%.

Ketiga adalah peningkatan penyaluran kredit melalui pay later bersamaan dengan kemampuan untuk mengelola NPL dengan baik. Hal ini bisa meningkatkan take rate perseroan, jika bisa dikelola dengan baik. Sedangkan terakhir manajemen perseroan menyebutkan bahwa tidak membutuhkan dana tambahan untuk mendukung profitabilitas.

“Dengan posisi kas bersih senilai Rp 31,6 triliun sampai September 2022, GOTO meyakini bahwa kas tersebut masih cukup untuk mewujudkan target perseroan hingga mencapai profitabilitas,” tulis Stevanus dalam risetnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 1 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 1 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 2 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 3 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia