Jumat, 15 Mei 2026

Pertamina Geothermal (PGEO) Raih Dana IPO Rp 9,05 T, Wamen BUMN Ingatkan Ini

Penulis : Thresa Sandra Desfika
24 Feb 2023 | 10:06 WIB
BAGIKAN
Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury. (Ist)
Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury. (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mencatatkan (listing) perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (24/2/2023). Anak usaha Pertamina ini menjadi perusahaan tercatat ke-19 di BEI pada tahun 2023 dan sahamnya dicatatkan di papan utama.

Perseroan sebelumnya menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) dengan masa penawaran umum 20-22 Februari.

PGEO melepas sebanyak 10,35 miliar saham baru atau 25% di harga Rp 875 per saham. Perseroan meraih dana Rp 9,05 triliun.

ADVERTISEMENT

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury menyatakan, Kementerian BUMN mengharapkan dengan pencatatan saham PGEO bisa menjadi momentum bagi Pertamina Group supaya semakin lebih terbuka, accountable, dan transparan.

“Kami dari Kementerian BUMN menaruh harapan bahwa pencatatan perdana saham PGE ini akan bisa menjadi momentum bagi kita semua, khususnya dalam hal ini kepada pertamina. Karena kami berharap PGE bisa mengumpulkan dana kurang lebih Rp 9 triliun, tentunya dengan pengumpulan dana tersebut akan menjadi tanggung jawab kepada PGE untuk bagaimana ke depannya melalui pencatatan saham ini bisa menjadi sebuah perusahaan yang semakin terbuka, semakin accountable, semakin transparan, semakin profesional,” ungkap Pahala dalam sambutannya di seremoni pencatatan perdana saham PGEO di Gedung BEI, Jakarta.

“Jadi kegiatan hari ini merupakan satu upaya bagi kami, bagaimana dari Kementerian BUMN bekerja sama dengan Kementerian ESDM tentunya dengan Pertamina bagaimana seluruh organisasi di Pertamina ini bisa semakin profesional dan memiliki kinerja yang accountable ke depannya,” lanjutnya.

Lebih jauh, papar dia, dana yang diperoleh PGEO dari IPO diharapkan untuk diinvestasikan untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan.

“Kami juga berharap dengan total dana yang dikumpulkan sebesar Rp 9 triliun akan menjadi dana yang nanti bisa diinvestasikan untuk mengembangkan energi baru dan terbarukan khususnya berbasiskan panas bumi,” terang Pahala.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia