Jumat, 15 Mei 2026

Harga Minyak Bullish Terdorong Pengetatan Pasokan Rusia

Penulis : Indah Handayani
24 Feb 2023 | 11:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak dunia (Foto: REUTERS/Stringer)
ilustrasi minyak dunia (Foto: REUTERS/Stringer)

JAKARTA, investor.id – Harga minyak pada Jumat pagi (24/2/2023), terpantau bergerak bullish didukung oleh potensi pemangkasan pasokan lebih dalam oleh Rusia, serta berlanjutnya konflik Ukraina hingga tahun 2024. Meski demikian, data negatif pasar minyak AS yang dirilis oleh EIA membatasi kenaikan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, Rusia berencana untuk melakukan pemangkasan ekspor pada bulan Maret dari pelabuhan Primorsk dan Ust-Luga di Laut Baltik dan Novorossiisk di Laut Hitam sebesar 625 ribu bph atau sekitar 25% dari total produksi bulan Februari, ungkap tiga sumber di pasar minyak Rusia pada hari Kamis.

“Sebelumnya, Rusia mengumumkan akan memangkas produksi sebesar 500 ribu bph pada bulan Maret secara sukarela, sebagai tanggapan atas penerapan batas harga untuk minyak beserta produk turunan minyak Rusia yang diberlakukan oleh negara Barat dan sekutunya,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Jumat (24/2/2023).

ADVERTISEMENT

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, Presiden AS Joe Biden mengisyaratkan akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia pasca pertemuan hari Jumat dengan para pemimpin G7 dan juga Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Potensi sanksi baru terhadap Rusia dapat mencakup sektor perbankan, teknologi dan pertahanan, dan kemungkinan akan ikut berdampak pada individu dan entitas yang terlibat dalam konflik, kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre pada hari Kamis.

Tim Research and Development ICDX menambahkan, sentimen positif lainnya datang dari berita bahwa para menteri keuangan negara G7 pada hari Kamis menyatakan akan meningkatkan bantuan keuangan ke Ukraina dari US$ 32 miliar menjadi US$ 39 miliar pada tahun 2023. 

Selain itu, para menteri juga menegaskan akan tetap melanjutkan kebijakan penerapan sanksi terhadap Rusia terutama keberlanjutan batas atas harga minyak dan produk turunan minyak Rusia. Berita tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik Ukraina dapat terus berlanjut hingga tahun 2024 mendatang.

Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menjelaskan, persediaan minyak mentah AS dalam sepekan meningkat sebesar 7.65 juta barel, ungkap laporan dari badan statistik Energy Information Administration (EIA) untuk pekan yang berakhir 17 Februari.

Tim Research and Development ICDX menilai, kenaikan stok ini jauh lebih besar dari proyeksi awal yang memperkirakan stok akan naik sebesar 2.08 juta barel, dan sekaligus menguatkan laporan versi grup industri American Petroleum Institute (API) yang dirilis sebelumnya. Laporan tersebut mengindikasikan permintaan yang sedang lesu di pasar energi AS.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 74 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia