INA Buka Suara soal Investasi di Pertamina Geothermal (PGEO)
JAKARTA, investor.id - Indonesia Investment Authority (INA) memasukkan energi hijau & transformasi sebagai salah satu dari empat sektor utama investasi, bersama dengan sektor kesehatan, infrastruktur & logistik, dan digital. Terutama untuk menarik dan menyebarkan sejumlah besar investasi dalam jangka menengah hingga panjang.
INA secara khusus menjadi investor dalam penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Hal ini menegaskan niat kuat INA untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan sektor hijau.
“Inisiatif ini menjadi investasi pertama INA di sektor energi hijau, dan merupakan bentuk dukungan sepenuh hati kami dalam pencapaian komitmen emisi nol bersih pada tahun 2060,” ungkap Ketua Dewan Direktur INA, Ridha Wirakusumah dalam keterangan resmi Jumat (24/2/2023).
Dia menambahkan, hal ini pun merupakan bagian tak terpisahkan dari filosofi investasi yang bertanggung jawab, dan komitmen pihaknya untuk membantu transisi energi dan membangun masa depan energi yang lebih berkelanjutan dan aman untuk Indonesia.
Sebagai salah satu dari dua sumber energi terbarukan yang bersifat non-intermiten (dapat diandalkan untuk memasok daya selama 24 jam), energi panas bumi memiliki potensi untuk memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi dunia, khususnya di daerah sekitar batas lempeng tektonik dengan konsentrasi aktivitas panas bumi yang tinggi.
Indonesia sendiri menjadi salah satu negara dengan potensi energi panas bumi yang signifikan, dengan perkiraan potensi sumber daya panas bumi sebesar 24 Gigawatt (GW). Saat ini, Indonesia memiliki kapasitas terpasang sekitar 2,3 GW energi panas bumi, kurang dari 10% dari total potensi yang ada.
Melalui investasi INA di PGE, yang merupakan salah satu platform panas bumi terbesar di dunia dengan kapasitas terpasang, dimiliki, dan dioperasikan sebesar 672 MW, dan kapasitas sumber daya 1.205 MW melalui kontrak yang dioperasikan bersama, lanjut Ridha, PGEO memiliki potensi untuk memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi negara dan mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil.
Pada kesempatan ini pula, INA menyambut kehadiran Masdar Clean Energy, pemimpin global dalam energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan. Sebagai investor signifikan dalam pencatatan saham perdana PGE, Masdar Clean Energy membawa pengalaman internasional mereka untuk mengeksplorasi potensi pembangkit listrik tenaga panas bumi secara menyeluruh.
INA memiliki keyakinan tinggi dalam menggunakan pendekatan forward-looking, dengan berinvestasi secara berkelanjutan pada sektor energi hijau untuk menghasilkan pengembalian finansial jangka panjang yang berkelanjutan di tengah perubahan dunia yang sangat cepat.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






