Harga Minyak Bergerak Bullish, Terdorong Penghentian Pasokan Rusia ke Polandia
JAKARTA, investor.id - Mengawali pembukaan pekan ini, Senin (27/2/2023), harga minyak terpantau bergerak bullish dalam kisaran sempit. Beberapa sentimen positif di pasar antara lain penghentiaan pasokan minyak Rusia ke Polandia, desakan untuk memperketat sanksi terhadap Rusia, dan laporan jumlah rig minyak dan gas AS. Meski demikian, sinyal peningkatan tensi antara AS dan Tiongkok membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, Rusia dilaporkan telah menghentikan pasokan minyak ke Polandia melalui pipa Druzhba, tepat sehari setelah Polandia mengirimkan tank Leopard pertamanya ke Ukraina, ungkap kepala eksekutif kilang Polandia PKN Orlen pada hari Sabtu.
“Meskipun Polandia mengatakan bahwa saat ini tidak terdampak karena hanya 10% pasokan minyak mentahnya berasal dari Rusia, namun dengan adanya rencana pemangkasan produksi lebih dalam oleh Rusia, serta ditambah dengan sinyal OPEC untuk mempertahankan kebijakan produksinya hingga akhir tahun, maka berpotensi mengganggu keseimbangan pasokan di pasar Eropa,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (27/2/2023).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, sebuah laporan terbaru yang dibuat oleh sekelompok akademisi menyebutkan bahwa perusahaan Rusia menjual minyaknya melampaui batas harga yang ditetapkan oleh Barat dan sekutunya. Mengutip dari data pengamatan yang dibuat, rata-rata minyak Rusia dijual dengan harga sekitar US$ 74 per barel dalam periode empat minggu setelah batas harga ditetapkan oleh Barat, yaitu sebesar US$ 60 per barel pada 5 Desember. Selain itu, minyak Rusia yang ditujukan ke Tiongkok bahkan lebih tinggi, rata-rata $82 per barel.
Menurut Tim Research and Development ICDX, para akademisi tersebut mendesak penyelidikan lebih lanjut atas transaksi dimaksud, serta meningkatkan penegakan hukum bagi pembeli minyak Rusia untuk mematuhi pembatasan pengiriman dan layanan asuransi. Berita tersebut memicu kekhawatiran akan berdampak pada pasokan minyak Rusia ke pasar global, apabila Barat dan sekutunya semakin memperketat sanksi ke Rusia ditengah sinyal pemangkasan produksi yang lebih dalam oleh Rusia.
“Sentimen positif lain datang dari laporan yang dirilis oleh perusahaan jasa energi asal AS Baker Hughes untuk pekan yang berakhir 24 Februari, yang menunjukkan pengebor AS memangkas jumlah rig minyak dan gas menjadi 753 rig, terbesar dalam sebulan sejak Juni 2020,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX menambahkan, Departemen Perdagangan AS pada hari Jumat menambahkan perusahaan Tiongkok ke dalam daftar hitam perdagangan, termasuk dua perusahaan satelit Tiongkok, Spacety Co Ltd, dan TiongkokHEAD Aerospace Technology Co. Di samping itu, Departemen Perdagangan juga menambahkan Perusahaan Saham Gabungan Publik Megafon, operator telepon seluler terbesar kedua Rusia. Langkah AS tersebut berpotensi memicu ketegangan tensi antara AS dan Tiongkok, yang berdampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 75 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






