Mitra Pack (PTMP) Pasang Harga IPO di Batas Atas, Begini Prospek Bisnisnya
JAKARTA, investor.id – PT Mitra Pack Tbk (PTMP) melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham pada 27 Februari hingga 2 Maret 2023. Perseroan menetapkan harga IPO sebesar Rp 120 per saham dari sebelumnya di kisaran Rp 100-120.
Mitra Pack melepas sebanyak 800 juta saham atau 25,24% kepada publik. Dengan begitu, perseroan berpeluang memperoleh dana sebesar Rp 96 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah NH Korindo Sekuritas.
Setelah penawaran umum, Mitra Pack akan melakukan pejatahan saham pada 2 Maret 2023 dan distribusi pada 3 Maret 2023. “Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Maret 2023,” sebut manajemen Mitra Pack dalam informasi tambahan atas prospektus ringkas IPO, yang dikutip pada Senin (27/2/2023).
Emiten baru yang akan menggunakan kode saham PTMP tersebut mengalokasikan 100% dana hasil IPO untuk untuk modal kerja. Rinciannya, untuk peningkatan persediaan barang reguler (pembelian consumable, mesin printer, dan sparepart), pengembangan pasar dalam hal perluasan pelanggan sewa di sektor penyewaan, penambahan dan pengembangan produk baru, serta untuk pemasaran.
PTMP bergerak sebagai distributor resmi dan penyewaan barang-barang industri pengemasan, termasuk suku cadang dan servis. Perusahaan didirikan pada tahun 2000, yang bergerak di bidang perdagangan barang-barang industri pengemasan seperti coding, marking & labelling beserta consumable-nya, product inspection seperti metal detector, Xray inspection system, check-weigher, dan food packaging (pengemasan makanan).
PTMP juga menyediakan suku cadang dan servis (purna jual) kepada para pelanggannya. Untuk coding, marking & labelling beserta consumable-nya, perseroan adalah authorized distributor dari Markem-Imaje.
Sementara untuk product inspection solution, saat ini perseroan bertindak sebagai authorized agent dari Thermo Fisher Scientific (USA). Lokasi operasional perseroan berada di Tangerang, yang juga sebagai central-warehouse, equipment demo room, dan service center. Kemudian terdapat kantor perwakilan untuk penjualan dan pelayanan yang terdapat di Semarang dan Surabaya.
Prospek
Menurut manajemen, industri manufaktur/pengolahan makanan dan minuman dalam kemasan cukup besar, dan masih bertumbuh dengan pesat. Ini menyediakan peluang yang cukup besar untuk kebutuhan kemasan primer, sekunder, dan tersier, beserta kebutuhan coding & marking yang disediakan oleh PTMP.
Penerapan QR code (atau barcode sejenisnya) untuk identifikasi produk di tiap kemasan dan yang bisa memuat fitur-fitur aplikasi tertentu, membuka peluang yang sangat besar untuk investasi baru oleh manufaktur produk dalam kemasan, baik di sisi hardware (mesin coding & marking), serta perangkat lunak (software) pendukungnya.
Industry 4.0 yang akan diterapkan oleh manufaktur membuka peluang untuk sistem terpadu antara perangkat lunak (software) dan perangkat keras (hardware). PTMP menyediakan sistem perangkat lunak terpadu yang bisa menjawab kebutuhan penerapan Industry 4.0.
Sementara itu, industri e-commerce yang sedang berkembang pesat di Indonesia membutuhkan kemasan untuk pengiriman yang lebih mementingkan kekuatan (protection) dan containment, sehingga menyediakan peluang peningkatan penjualan dan customer base untuk protective packaging dan shrink-packaging yang disediakan oleh perseroan.
Pasar e-commerce juga membuka peluang bagi PTMP untuk menyediakan kebutuhan kemasan-kemasan siap pakai (vacuum pouch) dan mesin sederhana untuk industri kecil (home industry) hingga menengah.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler


