Terpantau! Transaksi Jumbo Saham Primaya Hospital (PRAY) di Atas Harga Pasar
JAKARTA, investor.id – Saham PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) atau Primaya Hospital membuat kejutan hari ini. Sebab terjadi transaksi tutup sendiri (crossing) saham PRAY di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) sebesar Rp 3,32 triliun.
Famon Awal Bros Sedaya atau Primaya Hospital merupakan emiten rumah sakit, salah satu portofolio investasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG).
Berdasarkan data yang disajikan D'Origin, Senin (27/2/2023), crossing saham PRAY terjadi pada harga Rp 954 per saham. Harga tersebut 23,8% lebih tinggi dari harga PRAY di pasar reguler pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 770. Hari ini, PRAY malah ditutup melemah Rp 20 (2,6%) ke posisi Rp 750.
Dengan adanya transaksi jumbo saham PRAY tersebut, investor asing akhirnya mencatatkan transaksi beli bersih (net buy) saham senilai Rp 3,38 triliun di seluruh pasar. Alhasil, total net buy asing sepanjang tahun berjalan ini melompat jadi Rp 3,5 triliun.
Sebelumnya, PT Famon Obor Maju (FOM) menjual sebanyak 658,8 juta (4,72%) saham Famon Awal Bros Sedaya (PRAY) atau Primaya Hospital. FOM melepas saham emiten rumah sakit tersebut pada harga Rp 905 per saham. Dengan demikian, nilai transaksinya mencapai Rp 596,2 miliar.
“Status kepemilikan saham langsung. Tujuan transaksi divestasi,” ungkap Direktur FOM Yoshen Danun dalam keterangan tertulis, yang dikutip pada Senin (27/2/2023).
Usai transaksi tersebut, kepemilikan FOM pada PRAY berkurang menjadi 6,48 miliar saham atau 46,47% dari sebelumnya 7,14 miliar saham atau 51,19%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






