Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Tergelincir Hampir 1% Tertekan Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga AS

Penulis : Indah Handayani
28 Feb 2023 | 06:15 WIB
BAGIKAN
Stasiun penerima pipa minyak Druzhba antara Hongaria dan Rusia dengan pelat peringatan pembangunannya di Kilang Duna (Danube) Perusahaan MOL Hongaria yang terletak di dekat Szazhalombatta, sekitar 30 km sebelah selatan Budapest. (FOTO: ATTILA KISBENEDEK / AFP)
Stasiun penerima pipa minyak Druzhba antara Hongaria dan Rusia dengan pelat peringatan pembangunannya di Kilang Duna (Danube) Perusahaan MOL Hongaria yang terletak di dekat Szazhalombatta, sekitar 30 km sebelah selatan Budapest. (FOTO: ATTILA KISBENEDEK / AFP)

NEW YORK, investor.id - Harga minyak tergelincir hampir 1% pada Senin (27/2/2023). Tertekan data ekonomi AS yang kuat membuat investor bersiap untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve AS untuk melawan inflasi, yang dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan permintaan minyak.

Kerugian dibatasi oleh kekhawatiran pasokan minyak setelah Rusia menghentikan ekspor ke Polandia melalui jalur pipa utama.

Brent berjangka turun 71 sen (0,9%) menjadi US$ 82,45 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 64 sen (0,8%) menjadi US$ 75,68.

Pesanan baru untuk barang modal utama manufaktur AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Januari sementara pengiriman pulih, menunjukkan bahwa pengeluaran bisnis untuk peralatan meningkat pada awal kuartal pertama.

ADVERTISEMENT

Data ekonomi yang positif itu membantu pasar saham global untuk pulih, namun saham tetap mendekati posisi terendah enam minggu karena investor bersiap untuk kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan Eropa.

Gubernur Fed AS Philip Jefferson mengatakan inflasi untuk layanan di Amerika Serikat tetap ‘sangat tinggi’.

Menambah kekhawatiran permintaan minyak global, meningkatnya ketegangan Tiongkok-AS memukul pasar ekuitas di Tiongkok dan Hong Kong. Sementara investor menunggu sinyal kebijakan dari Kongres Rakyat Nasional mendatang.

Pada Minggu (26/2/2023), Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan Tiongkok belum bergerak untuk memberi Rusia bantuan mematikan untuk digunakan melawan Ukraina. Serta, menambahkan Washington telah menjelaskan di balik pintu tertutup bahwa langkah seperti itu akan memiliki konsekuensi serius.

Juga membebani minyak, Administrasi Informasi Energi AS melaporkan pekan lalu bahwa stok minyak mentah AS naik ke level tertinggi sejak Mei 2021.

Bob Yawger di Mizuho, sebuah bank, mengatakan dalam sebuah catatan bahwa kemungkinan besar akan terjadi minggu ini.

Sementara itu, Rusia menghentikan pasokan minyak ke Polandia melalui pipa Druzhba, kilang Polandia PKN Orlen mengatakan pada Sabtu (25/2/2023), sehari setelah Polandia mengatakan telah mengirimkan tank Leopard pertamanya ke Ukraina.

Pada Senin (27/2/2023), monopoli pipa minyak Rusia Transneft mengatakan mulai memompa minyak dari Kazakhstan ke Jerman melalui Polandia melalui pipa Druzhba, sementara menghentikan pengiriman ke Polandia.

Rusia mengumumkan rencana bulan ini untuk memotong ekspor minyak dari pelabuhan barat hingga 25% pada bulan Maret dibandingkan Februari, melebihi pemotongan produksi yang diperdebatkan sebelumnya sebesar 5%.

Namun, sebagian besar analis melihat larangan Uni Eropa (UE) atas impor minyak lintas laut Rusia dan batasan harga internasional hanya berdampak kecil pada pasokan global secara keseluruhan.

"Produksi minyak Rusia telah melampaui ekspektasi dalam beberapa bulan terakhir karena sanksi UE/AS yang longgar," kata Bank of America dalam sebuah catatan.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia