Jumat, 15 Mei 2026

Emas Kembali Naik, Terangkat Pelemahan Dolar AS

Penulis : Grace El Dora
28 Feb 2023 | 08:48 WIB
BAGIKAN
Batangan emas di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria di Wina, Austria. (Foto: ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/aa)
Batangan emas di Pabrik Pemisahan Emas dan Perak Austria di Wina, Austria. (Foto: ANTARA/REUTERS/Leonhard Foeger/aa)

CHICAGO, investor.id – Harga emas berjangka menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), menghentikan kerugian selama lima hari berturut-turut di tengah angka inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan. Dolar AS melemah setelah para trader mengambil keuntungan dari kenaikan greenback baru-baru ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terangkat 7,80 dolar AS atau 0,43% menjadi ditutup pada 1.824,90 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.827,30 dolar AS dan terendah di 1.812,00 dolar AS.

Emas berjangka tergelincir 9,70 dolar AS atau 0,53% menjadi 1.817,10 dolar AS pada Jumat (24/2). Sebelumnya emas berjangka anjlok 14,70 dolar AS atau 0,80% menjadi 1.826,80 dolar AS pada Kamis (23/2) dan turun tipis satu dolar AS atau 0,05% menjadi pada 1.841,50 dolar AS pada Rabu (22/2), menurut laporan Antara.

ADVERTISEMENT

Kontrak berjangka emas kehilangan 23,30 dolar AS atau 1,80% pekan lalu.

Dolar AS melemah pada perdagangan Senin (27/2), dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,51% menjadi 104,6775.

Data ekonomi yang dirilis Senin beragam. Departemen Perdagangan melaporkan pesanan baru AS untuk barang-barang tahan lama turun 4,5% menjadi 272,3 miliar dolar AS pada Januari 2023, menyusul kenaikan 5,1% pada Desember 2022. Penurunan pada Januari ini merupakan yang kedua dalam tiga bulan terakhir.

Sementara National Association of Realtors (NAR) melaporkan indeks penjualan rumah tertunda AS, indikator utama penjualan rumah berdasarkan penandatanganan kontrak, naik 8,1% menjadi 82,5 pada Januari 2023, kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2020.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun 14,30 sen atau 0,68% menjadi ditutup pada 20,793 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat 34 dolar AS atau 3,74% menjadi menetap pada 941,90 dolar AS per ounce.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia