Minyak Jatuh, Tertekan Meredanya Kekhawatiran Pasokan
JAKARTA, investor.id - Harga minyak Selasa pagi (28/2/2023) terpantau jatuh. Tertekan meredanya kekhawatiran pasokan minyak di Uni Eropa dan memanasnya tensi antara Rusia dan Barat. Meski demikian, ketegangan situasi di Timur Tengah membatasi penurunan harga lebih lanjut.
Tim Research and Development ICDX menjelaskan, pasca Rusia menghentikan pasokan minyak ke Polandia sejak hari Sabtu pekan lalu yang memicu kekhawatiran akan membuat pasokan di Uni Eropa (UE) semakin ketat, Rusia secara tak terduga mulai kembali memasok minyak dari Kazakhstan ke Jerman melalui jalur pipa Druzhba, ungkap Operator pipa minyak Kazakh, KazTransOil pada hari Senin.
“Pengiriman minyak mentah sebesar 20 ribu ton tersebut sekaligus menandai pengiriman pertama Rusia ke Jerman pasca UE memberlakukan larangan impor minyak Rusia lewat laut pada 5 Desember lalu,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Selasa (28/2/2023).
Masih dari Rusia, Tim Research and Development ICDX mengatakan, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov pada hari Selasa menegaskan bahwa Rusia tidak akan melanjutkan partisipasi dalam perjanjian pengurangan senjata nuklir START apabila AS masih tidak mau mendengarkan posisi Rusia dalam konflik Ukraina.
“Pernyataan tersebut menegaskan sikap yang disampaikan pekan lalu oleh Presiden Vladimir Putin yang memperingatkan Barat atas keterlibatan langsung dalam menyerang pangkalan udara strategisnya,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Sementara itu, Tim Research and Development ICDX mengatakan, memanasnya situasi di Timur Tengah memberikan dukungan pada harga minyak. Serangan drone terjadi di Irak utara pada hari Senin yang menewaskan tiga pejuang dari Unit Perlawanan Sinjar (YBS), sebuah milisi yang berafiliasi dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), kata layanan kontraterorisme Kurdistan Irak. Turki sendiri dilaporkan secara teratur melakukan serangan udara ke Irak yang menargetkan militan PKK dan YPG karena dianggap teroris oleh Turki.
Tim Research and Development ICDX menambahkan, fokus pasar lainnya juga tertuju pada laporan mingguan pasar energi AS terbaru versi grup industri American Petroleum Institute yang akan dirilis pada hari Selasa pukul 16.30 waktu setempat. Laporan yang menunjukkan jumlah stok minyak mentah dan bensin di AS tersebut biasanya digunakan oleh pasar untuk melihat gambaran permintaan di pasar.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 78 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 74 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






