Jumat, 15 Mei 2026

Saham ASII dan UNTR Melambung, Apa Pemicunya?

Penulis : Parluhutan Situmorang
28 Feb 2023 | 16:12 WIB
BAGIKAN
Astra International (ASII) Kuasai 55% Market Share Penjualan Mobil 2021
Astra International (ASII) Kuasai 55% Market Share Penjualan Mobil 2021

JAKARTA, Investor.id - Saham PT Astra International Tbk (ASII) dan anak usahanya PT United Tractors Tbk (UNTR) berjaya sepanjang hari ini, Selasa (28/2/2023). Kedua saham tersebut berhasil torehkan lonjakan harga lebih dari 5%, seiring dengan lompatan kinerja keuangan dan usulan dividen jumbo.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASII ditutup melesat Rp 300 (5,17%) menjadi Rp 6.100. Indeks bergerak dalam rentang Rp 6.100-6.275. Penguatan tertinggi dicatatkan saham UNTR dengan kenaikan Rp 2.775 (10,82%) menjadi Rp 27.900. Saham perseroan bergerak dalam rentang Rp 27.750-30.150.

Penguatan juga melanda saham ketiga anak usaha Astra berikut, yaitu PT Astra Graphia Tbk (ASGR) naik Rp 20 (2,12%) menjadi Rp 965, dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) naik Rp 25 (1,47%) menjadi Rp 1.730. Sebaliknya kedua saham grup Astra ini catatkan penuruna, yaitu saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) turun Rp 2 (1,28%) menjadi Rp 154 dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melemah Rp 75 (0,90%) menjadi Rp 8.300.

ADVERTISEMENT

Penguatan harga saham grup Astra yang dimotori UNTR datang dari sentimen positif usulan pembagian dividen final tahun buku 2022 sebesar Rp 6.185 per saham. Perseroan akan meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2023.

“Direksi United Tractors merencanakan untuk mengusulkan dividen final yang lebih tinggi, yaitu sebesar Rp 6.185 per saham. Dividen final ini akan diusulkan bersama dengan dividen interim Rp 818 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2022,” ungkap Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara K. Loebis dalam keterangan tertulisnya.

Dengan demikian, total dividen emiten berkode saham UNTR tersebut menjadi sebesar Rp 7.003 per saham untuk tahun buku 2022.

Begitu juga dengan saham ASII, Astra International mengusulkan pembagian dividen final perseroan Rp 552 per saham. Dalam keterbukaan informasi, Senin (27/2/2023), dijelaskan bahwa pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2022 yang rencananya diselenggarakan pada April 2023, direksi perseroan merencanakan untuk mengusulkan dividen final yang lebih tinggi, yaitu Rp 552 per saham.

Dividen final yang akan diusulkan tersebut bersama dengan dividen interim sebesar Rp 88 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2022. “Akan menjadikan total dividen yang akan diusulkan untuk tahun 2022 menjadi Rp 640 per saham,” jelas Corporate Secretary ASII Gita Tiffani Boer.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 28 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia