Saham ASII dan UNTR Melambung, Apa Pemicunya?
JAKARTA, Investor.id - Saham PT Astra International Tbk (ASII) dan anak usahanya PT United Tractors Tbk (UNTR) berjaya sepanjang hari ini, Selasa (28/2/2023). Kedua saham tersebut berhasil torehkan lonjakan harga lebih dari 5%, seiring dengan lompatan kinerja keuangan dan usulan dividen jumbo.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham ASII ditutup melesat Rp 300 (5,17%) menjadi Rp 6.100. Indeks bergerak dalam rentang Rp 6.100-6.275. Penguatan tertinggi dicatatkan saham UNTR dengan kenaikan Rp 2.775 (10,82%) menjadi Rp 27.900. Saham perseroan bergerak dalam rentang Rp 27.750-30.150.
Penguatan juga melanda saham ketiga anak usaha Astra berikut, yaitu PT Astra Graphia Tbk (ASGR) naik Rp 20 (2,12%) menjadi Rp 965, dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) naik Rp 25 (1,47%) menjadi Rp 1.730. Sebaliknya kedua saham grup Astra ini catatkan penuruna, yaitu saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) turun Rp 2 (1,28%) menjadi Rp 154 dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) melemah Rp 75 (0,90%) menjadi Rp 8.300.
Penguatan harga saham grup Astra yang dimotori UNTR datang dari sentimen positif usulan pembagian dividen final tahun buku 2022 sebesar Rp 6.185 per saham. Perseroan akan meminta persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada April 2023.
“Direksi United Tractors merencanakan untuk mengusulkan dividen final yang lebih tinggi, yaitu sebesar Rp 6.185 per saham. Dividen final ini akan diusulkan bersama dengan dividen interim Rp 818 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2022,” ungkap Sekretaris Perusahaan United Tractors, Sara K. Loebis dalam keterangan tertulisnya.
Dengan demikian, total dividen emiten berkode saham UNTR tersebut menjadi sebesar Rp 7.003 per saham untuk tahun buku 2022.
Begitu juga dengan saham ASII, Astra International mengusulkan pembagian dividen final perseroan Rp 552 per saham. Dalam keterbukaan informasi, Senin (27/2/2023), dijelaskan bahwa pada rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) tahun buku 2022 yang rencananya diselenggarakan pada April 2023, direksi perseroan merencanakan untuk mengusulkan dividen final yang lebih tinggi, yaitu Rp 552 per saham.
Dividen final yang akan diusulkan tersebut bersama dengan dividen interim sebesar Rp 88 per saham yang telah dibagikan pada Oktober 2022. “Akan menjadikan total dividen yang akan diusulkan untuk tahun 2022 menjadi Rp 640 per saham,” jelas Corporate Secretary ASII Gita Tiffani Boer.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






