Raih Laba Rp 51,17 T, BRI (BBRI) Tebar Dividen Minimal 70%
JAKARTA, investor.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 13 Maret mendatang, dengan salah satu agendanya adalah penggunaan laba bersih tahun buku 2022. Dengan laba bersih konsolidasian yang diatribusikan ke pemilik entitas publik mencapai Rp 51,17 triliun, dividend payout ratio BRI minimal 70% hingga 4 tahun ke depan.
Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan, besaran dividen akan tergantung dari kecukupan modal perseroan. Dia menegaskan bahwa karena modal BRI sangat solid, maka tidak ada alasan bagi perseroan untuk tidak membagikan dividen dengan rasio yang besar kepada pemegang saham.
“Dividen tahun ini, BRI modalnya kuat, CAR lebih dari 25%, padahal untuk comply Basel 3 saja penuhi countercyclical risk hanya butuh 17,5%. Sehingga kami punya room untuk gunakan CAR cukup besar,” ungkap Sunarso kepada Investor Daily di Jakarta, Selasa (28/2/2023).
Baca Juga:
Pesta Laba Bank Besar Berlanjut di 2023BRI mengumumkan RUPST pada 13 Maret 2023. Nantinya, rapat akan diselenggarakan secara elektronik melalui fasilitas electronic general meeting system KSEI (eASY.KSEI). BRI yang senantiasa berbisnis dengan rakyat dan diproses dengan caranya rakyat. Keuntungan BRI juga dikembalikan ke rakyat lewat pajak dan dividen.
“Stiap tahun konsumsi CAR 2% saja, dalam 3-4 tahun ke depan tidak membutuhkan untuk menahan laba untuk perkuat modal. Selama 3-4 tahun bisa memberikan dividend payout ratio minimal 70%,” kata Sunarso.
Baca Juga:
Acset (ACST) Kembali Kurangi Rugi BersihJika berkaca pada tahun lalu, pada Maret 2022 BRI telah membagikan dividen tunai tahun buku 2021 kepada pemegang saham sebesar Rp 26,4 triliun atau sekurang-kurangnya Rp 174,23 per lembar saham, dengan asumsi adanya pengalihan treasury stock sebelum tanggal cumdate. Jumlah tersebut mencapai 85% dari total laba BRI.
Berdasarkan historisnya, rasio dividen BRI terus merangkak naik sejak 2011, di mana dividend payout ratio BRI sebesar 20% dari laba bersih tahun buku 2011 dan terus meningkat hingga rasio 85% dari laba bersih tahun buku 2021. Hal tersebut merupakan komitmen BRI untuk mengembalikan keuntungannya kepada masyarakat.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






