Jumat, 15 Mei 2026

Duit Proyek Rp 24 Triliun Masuk Kantong Adhi Karya 

Penulis : Muawwan Daelami
2 Mar 2023 | 06:00 WIB
BAGIKAN
PT Adhi Karya Tbk (ADHI). (Ilustrasi/Ist)
PT Adhi Karya Tbk (ADHI). (Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, Investor.id – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menerima pembayaran proyek Rp 24 triliun dari kontrak LRT Jabodebek dan jalan tol Sigli-Banda Aceh. Sampai akhir tahun ini, perseroan menargetkan mendapatkan tambahan pembayaran proyek Rp 7 triliun.

BUMN karya itu sudah menerima pembayaran proyek LRT Jabodebek sebesar Rp 17 triliun dari total Rp 23,3 triliun. Adapun sisanya Rp 6 triliun akan diterima perseroan saat serah terima pada April 2023. Selanjutnya, proyek LRT diharapkan dapat beroperasi pada Juni tahun 2023, setelah mendapat keputusan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Kami harus menyiapkan proyek LRT agar bisa sesuai dengan schedule yang dijanjikan,” ujar Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson di Jakarta, Rabu (1/3/2023).

Menurut dia, Adhi Karya juga sudah menerima pembayaran proyek Rp 7 triliun dari total nilai proyek jalan tol Sigli-Banda Aceh sebesar Rp 9,5 triliun. Adapun sisanya sebesar Rp 2,5 triliun belum diterima perseroan.

ADVERTISEMENT

Entus menambahkan, perseroan bakal menuntaskan proyek pekerjaan fiber stadion bola basket berskala internasional yang rencananya diresmikan Agustus mendatang. Namun, dirinya belum bisa menyebutkan nilai proyek tersebut.

"Proyek itu mungkin akan kita serahterimakan di Juni. Sebab, pada Agustus, stadion itu akan dipakai untuk pertandingan internasional yang diikuti para pebasket internasional," kata Entus.

Corporate Secretary Adhi Karya Farid Budiyanto menyatakan, perseroan juga akan menerima pembayaran dari beberapa proyek di Ibu Kota Nusantara (IKN) sekitar Rp 1 triliun. Sejauh ini, di IKN, perseroan telah menggengam nilai kontrak Rp 2,6-2,7 triliun. Dari kontrak tersebut, beberapa termin pembayaran akan diterima tahun ini.

"Tidak semua proyek IKN selesai tahun ini. Ada sebagian proyek yang akan selesai tahun 2024. Yang jelas, ada dua proyek yang kita deliver sekarang, yaitu saluran intake Sepaku, hunian pekerja, dan pelindung fender jembatan Pulau Balang," beber Farid.

Seiring dengan itu, Farid optimistis, perseroan akan bisa mempertahankan arus kas pada posisi yang positif.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 30 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia