Jumat, 15 Mei 2026

IHSG 2023 Mau ke Mana? JP Morgan Punya Hitung-Hitungannya

Penulis : Yunia Rusmalina
2 Mar 2023 | 01:21 WIB
BAGIKAN
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Pengunjung melihat pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta. (B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – JP Morgan Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) tahun ini mencapai level 7.500. JP Morgan mempertahankan peringkat overweight untuk pasar saham Indonesia, karena merupakan salah satu pasar dengan kinerja terbaik di Asia Pasifik pada 2022.

Head of Indonesia Research & Strategy JP Morgan Indonesia, Henry Wibowo mengatakan, target IHSG tahun ini dipatok dengan memperhitungkan potensi pertumbuhan pendapatan emiten. Selain itu, pasar saham Indonesia masih menjadi opsi utama di kawasan Asia Pasifik.

Menurut Henry, target-target tersebut juga mempertimbangkan price to earnings ratio (PER) IHSG sebesar 14 kali. Sedangkan earnings growth emiten diproyeksi naik 5%.

ADVERTISEMENT

“Emiten sektor tidak lagi mencatatkan kenaikan kinerja keuangan yang signifikan seperti tahun lalu,” kata dia, Rabu (1/3/2023).

Tahun ini, emiten sektor energi atau komoditas diperkirakan mengalami kontraksi pada pertumbuhan laba bersih. Sebab harga komoditas mulai mengalami normalisasi.

"Sektor energi yang tahun lalu pertumbuhan labanya double atau triple, tahun ini bisa turun karena harga batu bara. Kalau harga kelapa sawit udah turun," tutur Henry.

Sedangkan sektor barang konsumen dan perbankan, menurut dia, pada tahun ini sektor barang konsumen justru berpotensi mengalami pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan. Ini tidak terlepas dari penurunan harga komoditas yang menjadi salah satu komponen utama biaya produksi sektor konsumsi.

Selain itu, sektor perbankan diyakini masih melanjutkan tren pertumbuhan positif pada tahun ini. Tingginya potensi pertumbuhan kredit perbankan menjadi alasan utama JP Morgan menjagokan saham sektor perbankan.

Kredit sektor perbankan berpotensi tumbuh hingga 10% pada 2023. Ini didukung dengan tingkat likuditas perbankan yang terjaga.

"Kalau kita lihat komposisi market kita IHSG hampir 50% di sektor perbankan. Jadi, selama sektor perbankan masih baik, apalagi sektor konsumer juga baik, yaitu sektor kedua terbesar, saya rasa prospek IHSG masih cukup baik," ucap Henry.

Tahun ini, JP Morgan memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam level moderat, setelah mencetak pertumbuhan 5,3% pada tahun 2022.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia