Peluang Investasi Masih Besar, Yuanta Sekuritas Indonesia Rilis Mobile App Trading
JAKARTA, investor.id - Seiring dengan tingginya minat kalangan muda dalam berinvestasi, PT Yuanta Sekuritas Indonesia dengan kode broker (FS) yang berizin DMA AO, Marjin, Online, Penjamin Emisi Efek dan Perantara Pedagang Efek meluncurkan aplikasi YSinvest. Aplikasi ini diharapkan dapat menangkap pasar para gen Z dan juga mengakomodir nasabah profesional dalam berinvestasi di pasar modal.
Head Of Online Trading Lucky Heryanto Wikardi menjelaskan, jumlah investor Indonesia atau Single Investor Identification (SID) saat ini baru mencapai 10,5 juta. Angka itu masih sangat rendah ketimbang jumlah penduduk Indonesia yang saat ini lebih dari 270 juta. “Maka dari itu dengan adanya aplikasi ini diharapkan akan lebih banyak nasabah baru yang teredukasi dengan baik dan berinvestasi saham bukan main saham,” jelasnya kepada Investor Daily, Selasa (28/2/23).
Untuk diketahui, melalui aplikasi YSinvest para nasabah akan merasakan pengalaman trading yang lebih baik. YSinvest menyajikan menu - menu yang akurat dan memberikan kemudahan ke penggunanya untuk menganalisa dan mengambil keputusan trading seperti K-Chart Screener, Fundamental dan Technical Screener, Price Action Screener, serta Top Suggestions Bull and Bear secara optimal. Tampilan interface YSinvest yang user friendly semakin memberikan pengalaman user experience dengan tingkat tertinggi dan positif kepada para nasabahnya.
Fitur tersebut dibuat setelah perusahaan mengamati kebutuhan nasabah selama ini. Sebab, ia mengamati, sejauh ini nasabah bertransaksi hanya mendengar rumor dan berspekulasi. Karena itu, Yuanta Sekuritas hadir agar nasabah-nasabah dapat bertransaksi atas dasar ilmiah atau riset.
Yuanta pun, sambung Lucky akan fokus pada literasi keuangan dengan gencar melakukan edukasi. Bahkan, ia mengaku, Yuanta sudah menyiapkan sebuah tim guna mengedukasi nasabah.“Jadi, kalau nasabah ada yang bertanya misalnya, saya ingin belajar mengenai analisis teknikal, kita siapkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, selain dengan meluncurkan mobile app terbaru, Yuanta Sekuritas juga gencar melakukan edukasi kepada kampus-kampus dengan target nasabah kalangan Gen Z. Disisi lain, dengan tak melupakan para trader profesional yang ada di Yuanta Sekuritas, perusahaan memberikan diskon fee transaksi.
Di samping menawarkan fee kompetitif, Lucky menyebut, Yuanta juga akan menawarkan promosi mengenai biaya data feed yang seringkali dibebankan kepada nasabah. Maka dari itu, untuk data feed, Yuanta bakal memberikan secara gratis hingga akhir Mei. “Kita akan pertimbangkan melanjutkannya kembali jika peminatnya banyak,” imbuh Lucky.
Untuk diketahui, hingga saat ini perseroan sudah memiliki 1.000 nasabah. Dengan target itu, maka pada akhir tahun 2023 nanti. Yuanta Sekuritas Indonesia memiliki total 5 ribu nasabah.
Dikutip dari Bursa Efek Indonesia (BEI), modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) Yuanta Sekuritas hingga Februari 2023 tercatat sebesar Rp 75,18 miliar atau bertumbuh 1,91% dibandingkan dengan Januari 2023 di angka Rp 73,77 miliar. Sementara itu, nilai transaksi yang difasilitasi oleh Yuanta Sekuritas hingga November 2022 mencapai Rp 7,86 triliun lebih tinggi ketimbang Desember 2022 yang ditutup sebesar Rp 7,40 triliun.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






