Emas Terkoreksi, Investor Ambil Untung Setelah Dolar AS Menguat
CHICAGO, investor.id – Harga emas berjangka merosot pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), menghentikan kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Investor melakukan aksi ambil untung setelah dolar Amerika Serikat (AS) naik, menyusul angka klaim pengangguran yang menunjukkan pasar pekerjaan AS masih kuat.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, tergelincir 4,90 dolar AS atau 0,27% menjadi ditutup pada 1.840,50 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di 1.845,30 dolar AS dan terendah di 1.835,90 dolar AS.
Emas berjangka terkerek 8,70 dolar AS atau 0,47% menjadi 1.845,40 dolar AS pada Rabu (1/3), setelah melonjak 11,80 dolar AS atau 0,65% menjadi 1.836,70 dolar AS pada Selasa (28/2), dan terangkat 7,80 dolar AS atau 0,43% menjadi 1.824,90 dolar AS pada Senin (27/2).
Dolar menguat pada Kamis (2/3) setelah klaim pengangguran menunjukkan pasar pekerjaan AS yang masih kuat dan data lain menunjukkan kenaikan biaya tenaga kerja. Kondisi ini mengindikasikan Federal Reserve (Fed) harus melangkah lebih jauh dalam menaikkan suku bunga untuk menjinakkan inflasi.
Namun demikian, emas masih kokoh. Ini mungkin menunjukkan permintaan bank-bank sentral atas emas telah kembali, menurut analis pasar. Ini juga dapat menyoroti permintaan konsumen yang kuat, terutama dari Tiongkok.
Data ekonomi Tiongkok yang positif menunjukkan pemulihan ekonomi yang kuat setelah negara itu melonggarkan sebagian besar tindakan anti Covid-19 di awal tahun ini, serta menjadi pertanda baik bagi permintaan komoditas-komoditas di ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim pengangguran awal AS turun 2.000 menjadi 190.000 yang disesuaikan secara musiman dalam pekan yang berakhir 25 Februari 2022. Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan produktivitas AS turun 1,7% pada 2022.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei melemah 19,40 sen atau 0,92% menjadi ditutup pada 20,901 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April terangkat 1,40 dolar AS atau 0,15%, menjadi menetap pada 963,20 dolar AS per ounce.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






