Jumat, 15 Mei 2026

Kembali Lunasi Rp 2,7 Triliun, Utang Krakatau Steel (KRAS) telah Berkurang Rp 10,9 triliun

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
3 Mar 2023 | 15:55 WIB
BAGIKAN
Produk baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Foto: PTKS
Produk baja PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Foto: PTKS


JAKARTA, Investor.id - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) kembali melunasi utang tranche B sebesar Rp 2,7 triliun kepada seluruh kreditur perbankan per 1 September 2023.

Dengan demikian sejak restrukturisasi dimulai tahun 2019, Krakatau Steel telah membayar utang sebesar Rp 10,9 triliun atau setara US$ 718 juta dari total pokok utang sebesar Rp 33,6 triliun atau setara dengan US$ 2,2 miliar.

Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo mengatakan, setelah pembayaran utang Tranche B senilai Rp 2,7 triliun tersebut, sisa utang Tranche B lainnya akan dibayarkan pada bulan November 2023 senilai US$ 121 juta atau setara dengan Rp 1,8 triliun. “Dan dilanjutkan pada Desember 2023 senilai US$ 166 juta atau Rp 2,5 triliun,” jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/3/23).

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, rincian pembayaran utang Krakatau Steel yang sudah dibayar hingga kini terdiri atas utang Tranche A sebesar Rp 423,1 miliar atau US$ 27,7 juta, lalu Tranche B sebesar Rp 6,5 triliun atau US$ 430 juta, serta pembayaran pinjaman kepada Commerzbank AG sebesar Rp 3,9 triliun US$ 260 juta. Sedangkan utang Tranche C sebesar US$1 miliar baru akan jatuh tempo pada tahun 2025 dan 2027 mendatang.

Kinerja positif ini menjadi bagian dari rencana perseroan dalam restrukturisasi keuangan sejak 2019 lalu. Sejalan dengan beban yang berkurang, pada 2020 lalu KRAS berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp 351,3 miliar, dan terus meningkat pada 2021 menjadi sebesar Rp 947 miliar dan Rp1,2 triliun atau setara dengan US$82 juta pada tahun 2022 (unaudited).

Tren peningkatan kinerja Krakatau Steel juga terlihat dari peningkatan pendapatan di tahun 2020 sebesar Rp 19,8 triliun, kemudian meningkat di tahun 2021 menjadi sebesar Rp 32 triliun dan Rp 33 triliun di tahun 2022 (unaudited).

“Dengan kinerja yang terus meningkat dari tahun ke tahun, Krakatau Steel dapat memenuhi kewajibannya dalam pembayaran utang. Ke depan pun kami optimistis akan dapat melunasi sisa utang sesuai yang telah direncanakan dan mempertahankan konsistensi dalam meningkatkan kinerja,” ujar Purwono.

Belum lama ini, melalui afiliasinya Chandra Asri Petrochemical resmi menuntaskan akuisisi saham PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI), anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KS/KRAS). Penyelesaian ini ditandai dengan ditutupnya transaksi atas conditional shares and purchase agreement (CSPA) atau perjanjian jual beli saham bersyarat.


 

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 35 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia