Bos Bakrie & Brothers (BNBR) Update soal Aliansi dengan Envision dan Glencore
JAKARTA, investor.id – Selain mengembangkan bus dan sepeda motor listrik, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bersama Envision Group dan Glencore juga serius melanjutkan rencana kerja sama di bidang industri ramah lingkungan dengan membangun net zero industrial park.
“Nantinya, para pihak bersama-sama akan mengeksplorasi pengembangan proyek-proyek EBT, termasuk memanfaatkan tenaga angin, surya, amonia hijau, dan hidrogen hijau, berikut rangkaian penggunaan hilirnya serta pengembangan sistem penyimpanan energi (energy storage system development),” kata Presiden Direktur dan CEO Bakrie & Brothers, Anindya Novyan Bakrie dalam keterangan tertulis, Jumat (3/3/2023).
Bakrie & Brothers juga tengah berupaya membangun elektrifikasi transportasi yang terintegrasi, serta ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Indonesia. Jaringan tersebut akan terdiri atas baterai untuk EV, EV-Bus, EV-Car, EV-Motorcycle, EV-Infrastructure, dan daur ulang baterai.
Emiten berkode saham BNBR tersebut juga berencana membangun kapasitas rantai pasok baterai secara lengkap dari hulu hingga hilir, yang akan dijalankan dengan menerapkan protokol ESG yang ketat.
Seperti diberitakan, BNBR telah membentuk konsorsium dengan Envision Group dan Glencore bernama Indo-pacific Net-zero Battery-materials Consortium (INBC) untuk membangun kawasan industri nikel terpadu di Sulawesi. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai US$ 9 miliar.
Di kawasan itu akan dibangun pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) nikel untuk menghasilkan nikel kelas satu atau battery grade (BG), bahan baku baterai EV. BG adalah material (prekursor) penting katoda baterai EV bersama litium, kobalt, dan mangan/aluminium. Seiring dengan itu, BNBR berencana mengakuisisi tambang nikel di Sulawesi untuk memasok bijih nikel ke smelter.
Sementara itu, di bidang energi terbarukan, PT Helio Synar – anak usaha PT Bakrie Power yang juga berada di bawah naungan BNBR – tengah mempersiapkan pemasangan panel surya di PT Braja Mukti Cakra (BMC) dan PT Bakrie Pipe Industries (BPI).
“Proyek pemasangan panel surya ini merupakan komitmen BNBR untuk melanjutkan transisi energi menuju green industry di lingkungan BNBR Group,” jelas Anindya.
Sementara itu, BNBR melalui PT Modula Tiga Dimensi melakukan investasi di subsektor teknologi konstruksi pencetakan 3-dimensi (3DCP), berpatungan dengan COBOD International yang dikenal sebagai salah satu pelaku industri 3DCP terkemuka di dunia dan telah mendisrupsi teknologi industri konstruksi global.
Modula diharapkan dapat menjadi salah satu perusahaan pelopor penyedia teknologi baru ini, khususnya dalam segmen industri konstruksi bangunan dan perumahan di pasar Indonesia.
BNBR melalui PT VKTR Teknologi Mobilitas juga terus memperluas product range-nya. Selain kendaraan komersial bus listrik yang telah diluncurkan tahun lalu, VKTR akan meluncurkan 22 bus listrik baru setelah sebelumnya 30 unit telah beroperasi sejak awal 2022. Ini dilakukan bersama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






