Jumat, 15 Mei 2026

Dolar AS Melemah, Emas Melonjak US$ 14,1

Penulis : Indah Handayani
4 Mar 2023 | 06:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas, Sumber: Antara
ilustrasi harga emas, Sumber: Antara

CHICAGO, investor.id - Harga emas berjangka melonjak US$ 14,1 pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (3/3/2023). Berbalik menguat tajam dari kerugian sesi sebelumnya karena dolar AS melemah dan mencatat kerugian mingguan pertama sejak Januari terhadap mata uang utama lainnya ketika para pedagang mencoba mengukur jalur kebijakan Federal Reserve.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, melonjak US$ 14,1 (0,77%) menjadi ditutup pada US$ 1.854,6 per ons. Setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di US$ 1.856,3 dan terendah di US$ 1.842.

Emas berjangka tergelincir US$ 4,9 (0,27%) menjadi US$ 1.840,5 pada Kamis (2/3/2023). Setelah terkerek US$ 8,7 (0,47%) menjadi US$ 1.845,4 pada Rabu (1/3/2023). Terangkat US$ 11,8 (0,65%) menjadi US$ 1.836,7 pada Selasa (28/2/2023).

ADVERTISEMENT

Dolar melemah pada Jumat (3/3/2023), menyusul rilis laporan sektor jasa-jasa AS Februari, dengan indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,48% menjadi 104,5242.

Untuk minggu ini, emas berjangka menguat lebih dari 2%, kenaikan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir karena komentar terbaru dari pejabat Federal Reserve membantu memberikan kejelasan lebih lanjut tentang jalur kebijakan moneter tahun ini.

Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic menegaskan kasus untuk kenaikan 25 basis poin pada Maret, sementara Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan dalam pidato terpisah bahwa inflasi yang moderat dan pertumbuhan ekonomi dapat meminta suku bunga memuncak pada perkiraan sebelumnya sebesar 5,4%.

Tetapi mereka berdua memperingatkan bahwa tanda-tanda ekonomi yang terlalu panas dapat mengundang lebih banyak langkah hawkish oleh bank sentral.

Investor bereaksi terhadap komentar dari Gubernur Federal Reserve Chris Waller yang dibuat setelah pasar tutup pada Kamis (2/3/2023). Menurutnya, inflasi tidak turun secepat yang dikira. Menandakan dia akan terbuka untuk kenaikan suku bunga yang lebih tinggi lagi jika tekanan harga tidak mereda lebih cepat.

Sementara itu, data ekonomi yang dirilis pada Jumat (3/3/2024) beragam. Indeks manajer pembelian (PMI) jasa-jasa dari Institute for Supply Management (ISM) tercatat di 55,1% pada Februari, turun 0,1 poin pointase dibandingkan dengan pembacaan Januari sebesar 55,2%.

Indeks PMI jasa-jasa dari Global S&P AS naik menjadi 50,6 pada Februari dari 46,8 pada Januari. Ini adalah angka tertinggi sejak Juni dan melampaui ambang batas 50,0 yang memisahkan ekspansi dari kontraksi.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 33,70 sen (1,61%) menjadi ditutup pada US$ 21,23 per ons. Platinum untuk pengiriman April meningkat US$ 16,2 (1,68%) menjadi menetap pada US$ 979,4 per ons.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia