2023 Jadi Tahun Profitabilitas GoTo, Dirut Buka-bukaan
JAKARTA, investor.id – Merespons aspirasi para investor publik, manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencanangkan 2023 sebagai tahun profitabilitas, tidak perlu menundanya hingga dua tahun ke depan.
GoTo akan meningkatkan efisiensi, meningkatkan inovasi layanan, dan memaksimalkan penjualan agar pada kuartal pertama 2023 margin kontribusi grup positif dan pada akhir 2023, EBITDA disesuaikan grup positif.
Pada tahun 2022, gross transaction value (GTV) atau nilai transaksi bruto GoTo mencapai Rp 613 triliun, naik 33%. Peningkatan ini cukup fantastis karena kenaikan transaksi sudah terjadi tahun 2021.
Baca Juga:
Ekspansi Teranyar Grup GOTO“Dengan capaian 2022 tersebut, manajemen GoTo yakin, tahun ini, EBITDA (earnings before interest, taxes, depreciation and amortization) grup akan positif,” kata Direktur Utama GoTo Andre Soelistyo dalam pertemuan dengan para pemimpin redaksi di Jakarta, Kamis (2/3/2023).
Hadir pada acara perkenalan para direktur baru perusahaaan dengan ekosistem digital berbasis teknologi terbesar di Asean itu, antara lain Komisaris GoTo Agus DW Martowardojo. Selain itu, Co-Chairman GoTo William Tanuwijaya.
Andre menjelaskan, prioritas utama di 2023 adalah pertumbuhan bisnis berkualitas (high growth quality), strategi yang jelas untuk mencapai EBITDA dan ketersediaan cadangan kas yang memadai. Selain itu, investasi di pengembangan fitur dan teknologi yang mendongkrak pendapatan dan memperkuat sinergi ekosistem.
Strategi Meraih Profit
Sedangkan untuk meraih profitabilitas, lanjut Andre, strategi yang ditempuh adalah optimalisasi pendapatan, pengelolaan beban usaha, dan pengembangan produk berbasis ekosistem terintegrasi. Dalam mengoptimalisasi pendapatan, solusi yang diambil adalah optimalisasi struktur komisi dan pengembangan bisnis dengan margin lebih tinggi.
“Dalam mengurangi beban perusahaan, strategi yang ditempuh adalah efisiensi struktural dalam seluruh beban tetap. Untuk memperkuat ekosistem, perusahaaan akan mengembangkan produk dan fitur baru,” imbuhnya.
Andre menegaskan, mencapai EBITDA disesuaikan positif sangat penting bagi perseroan. Alasannya, EBITDA disesuaikan dekat sekali dengan arus kas perusahaan.
Kalau EBITDA disesuaikan positif, lanjut dia, perusahaan bisa menghasilkan kas yang bisa digunakan untuk mendanai pengembangan bisnis ke depan. Dengan begitu, GoTo tidak memerlukan lagi likuiditas dari luar untuk mendanai operasional, seperti yang terjadi dalam enam tahun terakhir.
“Ini kecenderungan yang penting sekali. Kami percaya, perusahaan ini sustainable. Untuk itu, penting sekali mencapai target tersebut,” tandas dia.
Sebelumnya, target profitabilitas GOTO ditetapkan pada 2024 atau 2025. Namun, ini dipercepat menjadi akhir 2023.
Dia mengakui, target itu sangat kompleks, tetapi ini akan memicu semangat manajemen. “Sebab, dahulu saat mendirikan Gojek dan Tokopedia, kalau ditanya investor, kapan profitable? Jawabannya dua tahun lagi. Karena belum tahu bagaimana caranya untuk bisa menjadi profitable. Sebab masih produk baru dan masih meraba-raba, apakah market-nya baik dan bisa di-monetize,” kata dia.
Namun, dengan segala pengalaman yang ada, dia menyatakan, di setiap kuartal, perseroan bisa melampaui panduan yang ditetapkan untuk profitabilitas. Ini menjadi alasan GoTo percaya diri.
Dia menambahkan, hasil usaha 2022 GoTo akan keluar pada minggu ketiga atau keempat Maret 2023. Dia mencatat, nilai transaksi Goto tumbuh 33% tahun lalu secara keseluruhan. Ini merupakan hasil impresif.
Berdikari
Sementara itu, Co-Chairman GoTo Wiliam Tanuwijaya mengatakan, tahun 2023 juga sebagai tahun berdikari. GoTo harus bisa menghasilkan pendapatan dan laba dari kegiatan usaha, bukan lagi karena suntikan dana segar dari investor. Manajemen GoTo sudah menancapkan tekad menjadikan 2023 sebagai tahun untuk mencapai kemandirian.
Setiap tahun, menurut William, GoTo mengalami milestone. Pada tahun 2021, terjadi merger Gojek dan Tokopedia. Tahun 2022 IPO, dan tahun 2023 menjadi perusahaan berdikari.
William mengapresiasi Agus DW Martowardojo – mantan dirut Bank Mandiri, Menkeu, dan gubernur BI – yang bersedia menjadi komisaris di GoTo selain di Tokopedia. Agus dinilai sebagai sosok hebat, memiliki pengalaman di bidang keuangan, sehingga sangat efektif menjadi mentor. (C01)
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






