Jumat, 15 Mei 2026

TBS Energi (TOBA) Rampungkan Penerbitan Obligasi Rp 500 M

Penulis : Thresa Sandra Desfika
6 Mar 2023 | 20:57 WIB
BAGIKAN
Perusahaan energi berkelanjutan, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) telah berhasil mencatatkan Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (6/3/2023). (Ist)
Perusahaan energi berkelanjutan, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) telah berhasil mencatatkan Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (6/3/2023). (Ist)

JAKARTA, investor.id - Perusahaan energi berkelanjutan, PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) telah berhasil mencatatkan Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (6/3/2023).

Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp 500 miliar yang terdiri dari 2 seri yaitu Obligasi Seri A dengan nilai nominal sebesar Rp 425 miliar, tingkat bunga 8,80%, jangka waktu 3 (tiga) tahun sejak tanggal emisi. Sedangkan Obligasi Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp 75 miliar, tingkat bunga 10,00%, jangka waktu 5 (lima) tahun sejak tanggal emisi.

Direktur TBS, Juli Oktarina mengatakan, transaksi penerbitan obligasi perseroan menarik minat besar dari investor di mana penerbitan obligasi ini merupakan salah satu dari beberapa opsi pembiayaan perseroan untuk semakin memantapkan posisi keuangan perseroan ke depan, terlebih dengan kinerja keuangan perseroan yang positif sepanjang tahun 2022.

ADVERTISEMENT

“Kinerja keuangan positif TBS sepanjang tahun 2022, yang disebabkan oleh pelaksanaan proyek yang sukses, menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membiayai proyek masa depan. Penerbitan obligasi merupakan langkah awal dalam mengakses pembiayaan melalui instrumen pasar modal. Dalam 3-5 tahun mendatang, diharapkan hal ini akan memberikan lebih banyak fleksibilitas arus kas dan mendukung transformasi TBS menjadi bisnis yang berkelanjutan,” terangnya dalam keterangan resmi, Senin (6/3/2023).

Lebih lanjut, Juli juga menyampaikan bahwa penerbitan obligasi ini mendapat tanggapan positif dari pasar, baik pasar institusi maupun perorangan.

“Penerbitan obligasi kami ini merupakan corporate action kami yang pertama setelah IPO, dan mendapatkan tanggapan yang sangat baik dari investor institusi maupun perorangan. Sekitar hampir 2% obligasi dibeli oleh investor individu. Tentunya hal ini merupakan hal yang positif karena berinvestasi di obligasi korporasi dilakukan dengan visi investasi jangka panjang,” lanjutnya.

Juli juga menyampaikan terima kasih kepada para investor baik institusi maupun perorangan yang telah turut ambil bagian dalam Obligasi I TBS Energi Utama Tahun 2023 ini. “Kami akan berupaya sebaik mungkin untuk menjaga kepercayaan para investor, dengan tetap mempertahankan kinerja yang baik serta komitmen untuk mencapai neutralitas karbon di tahun 2030,” imbuhnya.

Obligasi ini telah mendapat peringkat idA/Stable (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dengan PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat dalam emisi ini, dan PT Mandiri Sekuritas dan PT Sucor Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.

Bunga obligasi sendiri akan dibayarkan setiap 3 bulan sekali, terhitung sejak tanggal emisi, sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 3 Juni 2023, sedangkan pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo masing-masing seri obligasi adalah pada tanggal 3 Maret 2026 untuk Obligasi Seri A dan pada tanggal 3 Maret 2028 untuk Obligasi Seri B.

Sementara SVP of Corporate Strategy & Investor Relations TBS, Nafi Achmad Sentausa menambahkan, dengan mengakses pembiayaan melalui pasar modal, yaitu penerbitan obligasi ini, dapat membantu perusahaan untuk mendanai proyek-proyek Perseroan ke depan sejalan dengan transformasi menuju bisnis hijau.

Dengan rekam jejak pertumbuhan dan eksekusi proyek selama ini, ditopang dengan tim yang kuat dan berpengalaman, Nafi optimis Perseroan akan terus bertumbuh dan mencapai targetnya menjadi Perusahaan Energi Terintegrasi yang berfokus pada keberlanjutan.

 “Pendapatan dan arus kas yang kami peroleh akan digunakan untuk pengembangan bisnis hijau di Indonesia yang meliputi transformasi pasar kendaraan roda 2 dengan nilai pasar hingga US$9 miliar, dan juga memposisikan perseroan dalam pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Indonesia yang potensinya hingga 2030 mencapai 20GW,” ungkap Nafi.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 9 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia