Laba Bersih Terbang 588%, Perusahaan Ini Berani IPO
JAKARTA, investor.id - PT Arsy Buana Travelindo Tbk (HAJJ) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) sebanyak-banyaknya 687,1 juta saham atau 29,993% dengan nilai nominal Rp 30 per saham.
Perseroan membuka harga penawaran Rp 140-145 per saham sehingga dana yang dibidik sebanyak-banyaknya Rp 99,62 miliar. HAJJ melaksanakan penawaran awal (bookbuilding) pada 24 Februari-9 Maret 2023. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah Surya Fajar Sekuritas.
Dalam prospektus awal dikutip Selasa (7/3/2023), tercatat pendapatan perseroan untuk periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2022 adalah sebesar Rp 189,72 miliar melesat sebesar 74932,74% bila dibandingkan dengan pendapatan untuk periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2021 yaitu sebesar Rp 252,86 juta.
Manajemen HAJJ menjelaskan, peningkatan ini terutama disebabkan oleh kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang telah membuka kota Mekah dan Madinah untuk dikunjungi oleh warga negara asing serta kebijakan Pemerintah Indonesia untuk mengizinkan warga negara Indonesia melaksanakan perjalanan ibadah umrah mulai Januari 2022. Dengan kebijakan-kebijakan tersebut maka memicu pelaksanaan perjalanan-perjalanan ibadah umrah oleh penyelenggara perjalanan ibadah umroh (PPIU) yang dengan sendirinya menyerap produk akomodasi yang dipasarkan perseroan sehingga penjualan perseroan meningkat dengan signifikan.
Beban pokok pendapatan perseroan untuk periode hingga 30 September 2022 adalah sebesar Rp 177,67 miliar dimana terdapat peningkatan sebesar 69190,20% bila dibandingkan dengan beban pokok pendapatan untuk periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2021 yaitu sebesar Rp256,42 juta.
Sedangkan laba neto periode/tahun berjalan HAJJ untuk periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2022 adalah sebesar Rp 5,83 miliar naik sebesar Rp 7,03 miliar atau sebesar 588,18% bila dibandingkan dengan rugi neto periode/tahun berjalan untuk periode 9 bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2021 yaitu sebesar Rp 1,19 miliar. Peningkatan ini terutama disebabkan kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang membuka kota Mekkah dan Madinah untuk di kunjungi warga negara asing serta diizinkannya warga negara Indonesia oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk melakukan perjalanan ibadah umrah sehingga mendorong terjualnya produk-produk perseroan.
Arsy Buana Travelindo adalah biro perjalanan wisata yang berdiri tahun 2016. Layanan yang diberikan antara lain kamar hotel, land arrangement, dan tiket pesawat.
Dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan seluruhnya oleh perseroan untuk modal kerja, dengan rincian sekitar 60% akan digunakan untuk reservasi tiket pesawat dan sisanya sekitar 40% akan digunakan oleh perseroan untuk reservasi slot kamar hotel.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler





