Jumat, 15 Mei 2026

AS Dorong Peningkatan Produksi Minyak Global, Termasuk dari OPEC

Penulis : Grace El Dora
7 Mar 2023 | 15:25 WIB
BAGIKAN
Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). (Foto: AFP/File)
Logo Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC). (Foto: AFP/File)

HOUSTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) ingin melihat kenaikan produksi minyak termasuk dari negara-negara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC), kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.

“Ketika ekonomi dunia pulih, kita akan melihat lebih banyak konsumsi. Dan oleh karena itu kami ingin melihat pasokan memenuhi permintaan,” kata Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) AS untuk Urusan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan Jose Fernandez di sela-sela konferensi energi CERAWeek di Houston, Texas pada Selasa (7/3).

“Kami ingin melihat lebih banyak pasokan (minyak mentah secara global),” paparnya, dari laporan Reuters. Ia juga menyebutkan OPEC+, yakni 13 negara anggota OPEC dan 11 negara sekutu yang bukan anggota OPEC.

ADVERTISEMENT

OPEC+ pada awal Oktober 2022 memutuskan untuk memangkas produksi sebesar dua juta barel per hari (bpd) dan sejak itu tidak mengubah tingkat produksinya.

Adapun harga satu barel West Texas Intermediate (WTI), varietas patokan AS, sekarang bernilai sekitar sepertiga kurang dari setahun yang lalu yakni di hari-hari awal serangan Rusia ke Ukraina.

Tetapi masih lebih dari 40% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2019 dan naik hampir 30% dibandingkan 2018.

Di antara awal September 2021 dan awal Januari 2023 pemerintahan Presiden AS Joe Biden menarik hampir 250 juta barel dari cadangan strategis AS, yang kemudian dijual di pasar AS untuk meringankan harga gas yang meroket.

Presiden AS secara teratur menyerukan pada tahun lalu untuk peningkatan produksi OPEC+. Tetapi kartel tersebut belum menaikkan kuotanya selama enam bulan terakhir.

Pada Februari 2023 produksi minyak mentah organisasi tersebut, seperti yang diperkirakan oleh Reuters, hampir dua juta barel per hari lebih rendah dibandingkan produksi Februari 2019.

OPEC memperkirakan kenaikan permintaan 2,32 juta bpd lebih tinggi pada 2023 dari tahun lalu.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 6 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 10 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 48 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 52 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia