AS Dorong Peningkatan Produksi Minyak Global, Termasuk dari OPEC
HOUSTON, investor.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) ingin melihat kenaikan produksi minyak termasuk dari negara-negara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC), kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS.
“Ketika ekonomi dunia pulih, kita akan melihat lebih banyak konsumsi. Dan oleh karena itu kami ingin melihat pasokan memenuhi permintaan,” kata Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu) AS untuk Urusan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan Jose Fernandez di sela-sela konferensi energi CERAWeek di Houston, Texas pada Selasa (7/3).
“Kami ingin melihat lebih banyak pasokan (minyak mentah secara global),” paparnya, dari laporan Reuters. Ia juga menyebutkan OPEC+, yakni 13 negara anggota OPEC dan 11 negara sekutu yang bukan anggota OPEC.
OPEC+ pada awal Oktober 2022 memutuskan untuk memangkas produksi sebesar dua juta barel per hari (bpd) dan sejak itu tidak mengubah tingkat produksinya.
Adapun harga satu barel West Texas Intermediate (WTI), varietas patokan AS, sekarang bernilai sekitar sepertiga kurang dari setahun yang lalu yakni di hari-hari awal serangan Rusia ke Ukraina.
Tetapi masih lebih dari 40% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama 2019 dan naik hampir 30% dibandingkan 2018.
Di antara awal September 2021 dan awal Januari 2023 pemerintahan Presiden AS Joe Biden menarik hampir 250 juta barel dari cadangan strategis AS, yang kemudian dijual di pasar AS untuk meringankan harga gas yang meroket.
Presiden AS secara teratur menyerukan pada tahun lalu untuk peningkatan produksi OPEC+. Tetapi kartel tersebut belum menaikkan kuotanya selama enam bulan terakhir.
Pada Februari 2023 produksi minyak mentah organisasi tersebut, seperti yang diperkirakan oleh Reuters, hampir dua juta barel per hari lebih rendah dibandingkan produksi Februari 2019.
OPEC memperkirakan kenaikan permintaan 2,32 juta bpd lebih tinggi pada 2023 dari tahun lalu.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






