Minggu, 21 Juni 2026

OPEC+ Kembali Tingkatkan Kuota Produksi Minyak, tapi Dinilai Tak Efektif

Penulis : Prisma Ardianto
5 Apr 2026 | 20:46 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi soket pompa oli cetak 3D terlihat di depan logo OPEC. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/File Photo)
Ilustrasi soket pompa oli cetak 3D terlihat di depan logo OPEC. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/File Photo)

MOSKOW/LONDON – Kelompok negara eksportir minyak OPEC+ pada prinsipnya telah menyetujui peningkatan kuota produksi minyak sebesar 206.000 barel per hari (bph) untuk periode Mei 2026. Meski demikian, kebijakan ini diprediksi hanya akan efektif "di atas kertas" atau bahkan tak berarti apa pun saat ini, lantaran sejumlah anggota utama masih terkendala konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah dan gangguan infrastruktur.

Mengutip Reuters pada Minggu (5/4/2026), langkah peningkatan kuota ini serupa dengan keputusan pada 1 Maret lalu, tepat saat perang mulai mengganggu aliran minyak global. Namun, penutupan Selat Hormuz sejak akhir Februari akibat konflik AS-Israel kontra Iran telah memangkas drastis ekspor dari negara-negara produsen kunci seperti Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Irak.

Kesiapan anggota-anggota lainnya juga dipertanyakan. Rusia misalnya, juga tidak mampu menggenjot produksi akibat sanksi Barat serta kerusakan infrastruktur di tengah perang yang masih berlangsung dengan Ukraina. Terbaru, pipa minyak Rusia di salah satu pelabuhan utamanya telah diserang drone Ukraina, yang sekaligus menandai meningkatnya risiko gangguan pasokan.

ADVERTISEMENT

Di negara-negara kawasan Teluk, kerusakan fasilitas energi serangan rudal dan drone imbas konflik Iran vs AS-Israel dilaporkan sangat parah, sehingga pemulihan operasi normal diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Mengenai kelancaran jalur distribusi, pihak Iran menyatakan pada Sabtu bahwa Irak telah bebas dari pembatasan untuk melintasi jalur vital tersebut. Data pengiriman pada Minggu (5/4/2026) pun menunjukkan satu kapal tanker bermuatan minyak mentah Irak telah melewati selat tersebut.

Namun, seorang sumber yang dekat dengan masalah ini bilang, “Masih harus dilihat apakah lebih banyak kapal akan mengambil risiko yang terlibat.”

Krisis ini telah memicu gangguan pasokan minyak terburuk dalam sejarah, dengan hilangnya sekitar 12-15 juta barel per hari atau setara 15% pasokan global. Dampaknya, harga minyak mentah kini melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun terakhir mendekati US$ 120 per barel. Analisis JPMorgan bahkan memproyeksikan harga bisa menembus rekor US$ 150 jika Selat Hormuz tetap terganggu hingga pertengahan Mei.

Sumber internal OPEC+ menyebut peningkatan kuota ini lebih merupakan sinyal kesiapan pasar ketimbang solusi instan. Sedangkan Konsultan Energy Aspects bahkan menyebut peningkatan tersebut "tidak berarti" selama gangguan di selat tersebut masih berlanjut.

Pertemuan yang dijadwalkan mulai pukul 13.00 GMT ini melibatkan delapan anggota utama OPEC+ yang fokus pada keputusan produksi bulanan. Kedelapan negara tersebut sebenarnya telah menaikkan kuota produksi sekitar 2,9 juta bph dari April 2025 hingga Desember 2025, lalu kembali melakukan peningkatan untuk Januari hingga Maret 2026.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 3 menit yang lalu

Bahlil Pastikan Rencana Konversi LPG ke CNG Masih dalam Proses

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa rencana konversi penggunaan LPG ke CNG masih dalam tahap proses.
Market 34 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Minggu 21 Juni 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Minggu (21/6/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

BBCA Dijagokan Lagi, Dana Besar Masuk

Saham BBCA (BCA) kembali dijagokan untuk perdagangan selanjutnya. Target harga saham BBCA tinggi. Dana besar masuk!
Business 2 jam yang lalu

KEK Industropolis Batang Jadi Magnet Investasi Global, Pimpin Transisi Industri Hijau

KEK Industropolis Batang jadi magnet investasi global, yang berada di jalur tepat untuk memimpin transisi industri hijau di Asia Tenggara.
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 8 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia