Jumat, 15 Mei 2026

XL (EXCL) Bidik Margin EBITDA 49%

Penulis : Muhammad Ghafur Fadillah
9 Mar 2023 | 04:00 WIB
BAGIKAN
BTS XL Axiata (foto: Dok.PR)
BTS XL Axiata (foto: Dok.PR)

JAKARTA, investor.id - PT XL Axiata Tbk (EXCL) mengincar pertumbuhan pendapatan satu digit tahun ini dari realisasi 2022 sebesar Rp 29,2 triliun dan margin EBITDA 49%. Perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp8 triliun untuk mencapai target tersebut.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata (EXCL) Dian Siswarini mengatakan, berkaca pada pencapaian kinerja baik tahun 2022, perseroan akan terus memanfaatkan sejumlah peluang positif yang sedang berkembang di Indonesia untuk mendorong dan meningkatkan performa perusahaan pada tahun ini. Pertama, permintaan pada layanan fixed data. Kedua, permintaan layanan digital. Ketiga, percepatan layanan konvergensi.

“Keempat, meningkatkan sinergi operasi digital, dengan memanfaatkan konvergensi dan omnichannel touchpoints, menyatukan jalur distribusi, serta memanfaatkan sinergi dari 130 ribu lebih distribusi touch point,” kata dia kepada Investor Daily, Rabu (8/2/23).

ADVERTISEMENT

Dia melanjutkan, di layanan konvergensi, XL Axiata berfokus pada dua segmen, yaitu keluarga dan bisnis. Untuk segmen keluarga, XL Axiata menawarkan konten digital terbaik, melalui kerja sama dengan mitra penyedia konten. Paket ini juga memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk memilih paket yang sesuai dengan kebutuhan keluarga. Sementara itu untuk segmen bisnis, XL Axiata mengembangkan produk konvergensi sebagai bagian dari solusi digital terpadu untuk kalangan usaha kecil dan menengah (UKM).

“Selain itu, XL Axiata meningkatkan proposisi segmen keluarga dengan menyediakan ekosistem yang lebih komprehensif dan relevan bagi pelanggan, seperti perangkat pintar, membangun paket XL Anda sendiri agar lebih sesuai dengan kebutuhan mereka, dan fleksibilitas untuk menambahkan nomor XL apapun ke paket konvergensi mereka,” ujar dia.  

Lebih lanjut Dian menyampaikan, XL Axiata juga terus meningkatkan sinergi operasi digital, dengan memanfaatkan konvergensi dan omnichannel touchpoints, menyatukan jalur distribusi, serta memanfaatkan sinergi 130 ribu distribusi touch point. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan penjualan XL Satu ke pasar keluarga. Penetapan harga dinamis juga akan meningkatkan relevansi XL Satu dengan setiap klaster secara khusus. XL Axiata berharap mampu menutup tahun 2023 mendatang dengan 450 ribu home-connect dan 150 ribu pelanggan beralih menggunakan layanan konvergensi.   

Dia menilai, jaringan yang berkulitas tinggi akan bisa mendukung penyediaan berbagai jenis layanan dengan kualitas yang juga tinggi sesuai ekspektasi pelanggan. Ekspansi jaringan 4G terus XL Axiata lanjutkan ke berbagai daerah, termasuk di luar Jawa, dengan mempertahankan besaran nilai investasi. Hingga akhir 2022, jumlah BTS (2G & 4G) XL Axiata mencapai 144.768, terdiri atas 4G sebanyak 91.632 unit. Tingkat fiberisasi BTS telah mencapai 54%.

Sementara itu, sepanjang tahun 2022, XL Axiata meraih pendapatan Rp 29,2 triliun, tumbuh 9% dari tahun 2021. Pertumbuhan ini didukung penyediaan produk yang berkelanjutan dan kualitas jaringan yang mumpuni. 

EBITDA perseroan tumbuh 7% menjadi Rp 14,2 triliun dengan margin 49%. Selain itu, XL Axiata membukukan pertumbuhan laba bersih setelah dinormalisasi (NPAT) sebesar 1% menjadi Rp 1,1 triliun. Tahun 2022, total pelanggan XL Axiata mencapai 57,5 juta. 

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 3 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 3 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia