Pendapatan PP Properti (PPRO) Terbang, tapi Laba Terkikis
JAKARTA, investor.id – Pendapatan PT PP Properti Tbk (PPRO) naik 97,6% menjadi Rp 1,7 triliun pada 2022 dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 862,46 miliar. Namun, laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun lalu terkikis 2,04% menjadi Rp 19,94 miliar.
Salah satu penyebab pergerakan laba bersih yang tak sejalan dengan kenaikan pendapatan adalah tidak adanya pos keuntungan pembelian diskon atas akuisisi entitas anak pada 2022. Padahal, pada tahun sebelumnya, PP Properti mencatatkan keuntungan pembelian diskon atas akuisisi entitas anak senilai Rp 51,79 miliar.
Sedangkan untuk kenaikan total aset perseroan di bawah 20% atau lebih tepatnya sebesar 3,45% senilai Rp 726,57 miliar. “Ini terdiri atas kenaikan aset lancar sebesar 1,88% senilai Rp 251,88 miliar dan kenaikan aset tidak lancar sebesar 6,15% senilai Rp 474,68 miliar,” demikian laporan keuangan PP Properti, yang dikutip pada Kamis (9/3/2023).
Adapun kenaikan total liabilitas emiten berkode saham PPRO tersebut mencapai 4,03% menjadi Rp 17,25 triliun. Ini terdiri atas kenaikan liabilitas jangka pendek sebesar 0,99% atau Rp 74,95 miliar dibanding 2021 dan kenaikan liabilitas jangka panjang 4,81% atau Rp 396,87 miliar.
Sementara itu, kenaikan total ekuitas PPRO sebesar 1,28% atau Rp 57,42 miliar, dengan laba ditahan naik sebesar 151,62% atau Rp 255,92 miliar. Sedangkan penghasilan komprehensif lain turun Rp 226,45 miliar dan kepentingan non-pengendali naik 5,22% atau Rp 27,95 miliar.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler



