2023, Mitratel (MTEL) Siapkan Capex Rp 7 Triliun
JAKARTA, investor.id – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) 2023 Rp 7 triliun. Capex ini dibiayai kas internal perseroan dan pinjaman bank.
Direktur Investasi dan Sekretaris Perusahaan Mitratel (MTEL) Hendra Purnama menuturkan, capex tersebut akan digunakan perseroan untuk pengembangan usaha organik maupun anorganik, seperti akuisisi menara telekomunikasi. Hanya saja, akuisisi menara tahun ini tidak bakal seagresif tahun tahun sebelumnya. Pasalnya, dia menerangkan, perseroan sudah menuntaskan akuisisi 6.000 menara tahun 2022, setahun lebih cepat dari target.
“Namun, kami tetap akan akuisisi menara tahun ini,” kata Hendra kepada Investor Daily, Kamis (9/3/2023).
Berdasarkan pedoman kinerja perseroan tahun 2023, Mitratel mengincar pertumbuhan pendapatan dan EBITDA masing-masing 11%. Adapun tenant di segmen organik tahun ini ditargetkan bertambah menjadi 4.000, sedangkan anorganik meningkat menjadi 1.500.
Tidak berhenti di situ, perseroan menargetkan memperluas sebaran fiber optik hingga 13 ribu kilometer (km) tahun ini. Pada pengujung tahun 2022, perseroan memiliki fiber optik sepanjang 16.641 km, terdiri atas organik 10.600 km dan anorganik 6.000 km. Adapun total menara perseroan hingga akhir 2022 mencapai 35.418, dengan total tenant sebanyak 52.006.
Ada beberapa sentimen pendukung industri Menara di dalam negeri tahun ini. Pertama, kebutuhan para mobile network operator (MNO) terhadap sites meningkat untuk menopang ekspansi dan pertumbuhan. Selain itu, sebanyak 35 ribu pelanggan baru, baik built-to-suit maupun kolokasi akan muncul dalam lima tahun ke depan.
Kemudian, penetrasi 5G diprediksi mencapai 27% tahun 2025. Peluang lain adalah fiber to the tower (FTT) dipandang akan menjadi kesempatan besar bagi Mitratel untuk bisa mendukung para MNO dalam meningkatkan kapasitas backhaul.
Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2022, anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini berhasil mencetak kenaikan laba bersih 29,25% menjadi Rp 1,78 triliun, dibandingkan tahun 2021 sebesar Rp 1,38 triliun.
Pendapatan perseroan naik 12,5%, dari Rp 6,86 triliun menjadi Rp 7,72 triliun. Rekomendasi Saham Analis PT Henan Putihrai Sekuritas Steven Gunawan menilai, kinerja keuangan Mitratel tahun 2022 melampaui estimasi dan ekspektasi konsensus analis Bloomberg.
“Laba bersih Mitratel tahun lalu Rp 1,8 triliun di atas estimasi kami dan konsensus analis masing-masing 11% dan 2%,” tulis Steve dalam laporan riset.
Karena itu, dia merevisi naik pendapatan dan laba bersih Mitratel tahun ini sebesar 1,4% dan 5,2% menjadi Rp 8,4 triliun dan Rp 2 triliun. Seiring dengan itu, dia mempertahankan rekomendasi buy saham MTEL dengan target harga Rp 900, berdasarkan valuasi EV/EBITDA 11,1 kali.
Saat ini, dia mencatat, saham MTEL diperdagangkan dengan valuasi EV/EBITDA 10,8 kali. Kemarin, saham MTEL turun 1,3% ke level Rp 720.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






