Laba Tumbuh Tipis, Begini Pandangan Analis untuk Saham PTPP
JAKARTA, Investor.id - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mencetak kenaikan tipis laba bersih sebesar 2,1% menjadi Rp 271,7 miliar pada 2022. Meski bertumbuh, pencapaian tersebut di bawah ekspektasi maupun konsensus analis.
PTPP membukukan kenaikan tipis laba bersih dari Rp 266 miliar menjadi Rp 271,7 miliar sepanjang tahun lalu. Sedangkan pendapatan meningkat 12,9% dari Rp 18,92 triliun pada 2021 menjadi Rp 16,76 triliun pada 2022. Penurunan laba dipengaruhi oleh pelemahan gross margin dan net margin perseroan.
Rendahnya tingkat pertumbuhan kinerja keuangan PTPP juga dipicu oleh penurunan keuntungan dari perusahaan patungan. Sedangkan penurunan rasio utang berimbas positif terhadap keuangan perseroan.
“Realisasi laba bersih tersebut hanya merefleksikan sebesar 78,1% dari target BRI Danareksa Sekuritas. Sedangkan berdasarkan konsensus analis raihan laba bersih tersebut hanya mencapai 82,3%,” tulis Mandiri Sekuritas dalam risetnya.
Sedangkan total utang PTPP menunjukkan tren penurunan menjadi Rp 14,8 triliun hingga akhir 2022 dibandingkan periode sama hingga September 2022 senilai Rp 16,9 triliun. Penurunan tersebut menjadikan rasio utang bersih mencapai 100% dibandingkan September 2022 sekitar 115%. Hal ini menjadikan penurunan beban bunga perseroan sebesar 6,6% menjadi Rp 1,3 triliun sepanjang 2022.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi netral terhadap saham PTPP dengan target harga Rp 1.050. Target harga tersebut merefleksikan kontrak baru sebesar Rp 31,2 triliun pada 2022 dan mencerminkan perkiraan kenaikan kontrak baru tahun 2023 sekitar 5-8%.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






