Dalam Sebulan, Saham Pelita Teknologi (CHIP) Terbang 456%
JAKARTA, Investor.id - Harga saham PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), emiten produsen chip, telah melesat hingga 456,25% terhitung sejak listing perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Februari 2023 hingga penutupan hari ini, Jumat (10/3/2023).
Lonjakan harga tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham emiten yang dicatatkan di papan akselerasi ini telah melesat dari Rp 128,96 miliar menjadi Rp 717,34 miliar.
Hari ini saja, saham CHIP kembali menguat hingga auto reject atas (ARA) dengan penguatan Rp 80 (9,88%) menjadi Rp 890. Bahkan, dalam dua pekan terakhir, saham CHIP berhasil melesat hingga ARA. Atas lonjakan harga saham tersebut, BEI telah memasukkan saham CHIP dalam pergerakan di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA) sejak 3 Maret 2023.
CHIP sebelumnya telah menuntaskan penawaran umum (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyak 200 juta saham atau 24,81% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan harga pelaksanaan Rp 160 per saham sehingga, meraup dana segar Rp 32 miliar.
Perusahaan ini didirikan pada tahun 2017, tapi baru mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2021. Perusahaan ini memproduksi smart card dan scratch card untuk ponsel, termasuk kartu SIM sistem operasi dan voucher fisik.
CHIP tercatat sebagai pemasok utama untuk Indosat Ooredoo Hutchison. Mulai dari chip hingga pengemasannya. Perseroan juga telah merambah pasar Afrika dengan menyediakan chip bagi Zambia Telecom.
Perseroan juga melayani PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) untuk memberikan jasa Enterprise Software Solution. Betindak sebagai pemegang saham pengendali CHIP adalah PT Karya Permata dengan kepemilikan 59,61%. Sisanya dengan kepemilikan masing-masing sebnayak 3,76% adalah PT Baran Suryamas, PT Surya Pelangi, PT Aneka Taruna, dan PT Wilmar Sejahtera Asia. Sedangkan investor publik menguasai sebanyak 24,81% saham.
Direktur Keuangan Pelita Teknologi Global (CHIP) Hasri Zulkarnain sebelumnya mengatakan, perseroan tengah menyiapkan sejumlah aksi korporasi setelah menuntaskan IPO saham dengan raihan dana segar Rp 32 miliar.
Menurut dia, perseroan sudah mendapat customer di Afrika, sehingga bisa menambah prospek yang menarik untuk tahun 2023. Adapun rencananya di Afrika melalui Zambia Telecom, secara distribusi akan tetap dari Indonesia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Tag Terpopuler
Terpopuler






