Teknologi Karya (TRON) Janjikan Dividen, Investornya Ada dari Korea Utara!
JAKARTA, investor.id – PT Teknologi Karya Digital Nusa Tbk (TRON) atau PT TKDN, emiten penyedia solusi sistem informasi berbasis telematika dan internet of things (IoT), berkomitmen untuk membagikan dividen kepada pemegang saham sebanyak-banyaknya 20% dari laba bersih.
“Dimulai dari tahun 2024 memakai buku untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2023, dengan memperhatikan keputusan para pemegang saham dalam RUPS,” kata Presiden Direktur PT TKDN David Santoso dalam keterangan tertulis, Jumat (10/3/2023).
Sementara itu, saham TRON di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali direspons positif oleh para investor di tengah pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebesar 34,4 poin (0,5%) ke level 6.765,3. Harga saham TRON ditutup menguat Rp 14 (5,1%) ke posisi Rp 286.
Ini merupakan penguatan selama tiga hari berturut-turut sejak saham TRON tercatat di BEI. Pada perdagangan Rabu (8/3), TRON melesat 31,1% dari harga penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) ke level Rp 236. Pada Kamis (9/3), TRON lagi-lagi melesat 15,25% ke level Rp 272.
Baca Juga:
GOTO PHK 600 KaryawanMinat investor terhadap saham TRON sudah tampak saat perseroan melangsungkan IPO. Berdasarkan sistem e-IPO, saham TRON kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 27,29 kali.
Para pembeli saham TRON tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, investor dari 6 negara di dunia turut berpartisipasi, di antaranya Tiongkok, Italia, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, bahkan hingga Korea Utara.
TRON melepas sebanyak 750 juta saham atau 25,42% melalui IPO. Dengan harga IPO Rp 180 per saham, perseroan berhasil mengantongi dana Rp 135 miliar.
Perseroan juga menerbitkan sebanyak 375 juta waran seri I. Setiap pemegang 2 saham baru berhak mendapat 1 waran, di mana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru TRON.
Adapun harga pelaksanaan waran Rp 250 per unit, sehingga total hasil pelaksanaan waran maksimal sebesar Rp 93,75 miliar. Pelaksanaan waran berlaku selama 6 bulan atau lebih sejak efek tersebut diterbitkan, yakni mulai 8 September 2023 hingga 7 Maret 2025.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






