Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Asia Pasifik Jatuh, Credit Suisse Tambah Ketakutan Perbankan

Penulis : Grace El Dora
16 Mar 2023 | 07:44 WIB
BAGIKAN
Papan penawaran harga saham elektronik dipajang di dalam ruang konferensi di Tokyo, Jepang pada 1 November 2021. (FOTO: Reuters/Issei Kato)
Papan penawaran harga saham elektronik dipajang di dalam ruang konferensi di Tokyo, Jepang pada 1 November 2021. (FOTO: Reuters/Issei Kato)

TOKYO, investor.id – Pasar Asia Pasifik turun pada awal perdagangan Kamis (16/3), karena gejolak di sekitar Credit Suisse menambah kekhawatiran perbankan di wilayah tersebut.

Saham Credit Suisse anjlok ke level terendah baru sepanjang masa untuk hari kedua berturut-turut, setelah investor utama di bank Swiss yang diperangi mengatakan tidak akan dapat memberikan uang tunai lagi karena pembatasan peraturan.

Di Jepang, Topix turun 2,27% pada Kamis pagi, memimpin penurunan di wilayah yang lebih luas. Data perdagangan negara tersebut untuk Februari 2023 lebih rendah dari yang diharapkan. Nikkei 225 turun 1,93%.

Di Australia, S&P/ ASX 200 anjlok 1,83%, terseret oleh sektor pertambangan dan perbankan. Investor akan mencerna lebih lanjut angka pengangguran dari perekonomian. Kospi Korea Selatan juga turun 1,06% dan Kosdaq turun 1,05%.

ADVERTISEMENT

Semalam di Amerika Serikat (AS), indeks utama berakhir sebagian besar lebih rendah. Dow Jones Industrial Average turun 0,9% dan S&P 500 turun 0,7%. Nasdaq Composite menambah keuntungan kecil, naik 0,05%.

Sementara itu, First Republic Bank sedang mempertimbangkan opsi untuk menopang likuiditas termasuk penjualan pemberi pinjaman. Bloomberg menyampaikan laporan ini, mengutip pernyataan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Bank itu diperkirakan akan menarik minat dari para pesaingnya dan belum ada keputusan yang dibuat, kata laporan itu.

Saham bank naik 3,92% setelah jam perdagangan di AS pada Rabu malam (Kamis pagi WIB), setelah melihat kenaikan lebih dari 20% di awal pekan bersama bank regional.

Editor: Grace El Dora

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia