Bakal Bagikan Dividen, Mitratel (MTEL) Mau Tambah Besarannya
GIANYAR, investor.id – Kabar gembira, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/MTEL) bakal tambah besaran dividen dari angka telah ditentukan dalam prospektus sebesar 70%. Hal ini dilakukan seiring dengan kinerja ciamik yang telah ditorehkan perseroan pada 2022. Terutama laba bersih yang tumbuh sebesar 29,3% pada tahun lalu.
Direktur Utama Mitratel (MTEL) Theodorus Ardi Hartoko mengatakan, pihaknya tidak akan ingkar janji, dan akan membagikan dividen sesuai dengan prospektus saat melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). “Dalam prospectus tertulis maksimal dividen akan dibagikan sebesar 70%,” ungkap pria yang akrab disapa Teddy di sela di sela FGD Session Media Mitratel 2023 di Ubud, Gianyar, Bali, Kamis (16/3/2023).
Direktur Investasi dan Sekretaris Perusahaan Mitratel (MTEL) Hendra Purnama mengatakan, dalam prospektus disebutkan memang dividend payout ratio berada di 70%. Namun, dengan performa yang ciamik di 2022, pihak manajemen terpikirkan untuk menambah besaran dividen. “Hal ini akan kita sampaikan juga dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 14 April mendatang,” tambahnya.
Mitratel mencetak kenaikan laba tahun berjalan sebesar 29,25% menjadi Rp 1,78 triliun pada 2022 dibandingkan tahun 2021 yang sebesar Rp 1,38 triliun. Pendapatan anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut juga naik 12,5% menjadi Rp 7,72 triliun pada 2022 dibandingkan tahun sebelumnya Rp 6,86 triliun.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






