Jumat, 15 Mei 2026

Bumi Minerals (BRMS) Raih Laba Bersih US$ 13 Juta, Bosnya Beri Penjelasan Rinci!

Penulis : Thresa Sandra Desfika
17 Mar 2023 | 16:39 WIB
BAGIKAN
Bumi Resources Minerals (BRMS). Ist
Bumi Resources Minerals (BRMS). Ist

JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menyampaikan laporan keuangan perusahaan yang berakhir 31 Desember 2022.

Produksi emas perusahaan di tahun 2022 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Di tahun 2022 BRMS, melalui anak usahanya, PT Citra Palu Minerals (CPM) di Palu, Sulawesi, memproduksikan emas sebesar 174 kg (5.415 oz). Produksi emas ini meningkat 25% dari produksi emas ditahun 2021 yang sebesar 139 kg (4.328 oz).

Rata-rata harga  jual emas di tahun 2022 juga mengalami kenaikan sebesar 2% dari US$ 1.768/oz di tahun 2021 menjadi US$ 1.795/oz di tahun 2022.

ADVERTISEMENT

Kenaikan produksi emas tersebut dikarenakan mulai beroperasinya pabrik emas kedua di Palu sejak pertengahan bulan November 2022 lalu.

Walaupun memiliki kapasitas pemrosesan sampai 4.000 ton bijih per hari, namun CPM baru mulai mengoperasikan pabrik tersebut di level 200 ton bijih per hari. Artinya, di pertengahan November sampai akhir Desember 2022 lalu CPM mengoperasikan 2 pabrik emas di Palu dengan level produksi di 500 ton (pabrik 1) + 200 ton (pabrik 2) = 700 ton bijih per hari.

Produksi emas dari pabrik kedua tersebut akan terus meningkat secara berkala dan akan mencapai kapasitas penuh (4.000 ton bijih per hari) di pertengahan tahun 2023.

Peningkatan produksi emas dan kenaikan harga jual emas tersebut berdampak positif terhadap kinerja keuangan BRMS di tahun 2022.

Pendapatan perusahaan dari penjualan emas meningkat 27% dari US$ 7,9 juta di tahun 2021 menjadi US$ 10,1 juta di tahun 2022. Laba usaha juga mengalami kenaikan 23% dari US$ 862 ribu di tahun 2021 menjadi US$ 1 juta di tahun 2022.

Direktur & Chief Investor Relations Officer BRMS Herwin Hidayat menegaskan, perlu pihaknya ingatkan kembali bahwa BRMS membukukan pendapatan lain-Lain di tahun 2021 sebesar U$ 118 juta.

Sebagian besar terdiri dari penyelesaian tagihan oleh pihak ketiga terhadap anak usaha BRMS sebesar US$ 90 juta dalam bentuk tunai & kepemilikan 80% atas PT Suma Heksa Sinergi (operator proyek tambang emas “Kerta” di Lebak, Banten).

“Proyek tambang emas Kerta memiliki cadangan mineral yang cukup besar senilai 18 juta ton bijih dan sumber daya mineral senilai 75 juta ton bijih. Kandungan emas dari cadangan mineralnya juga cukup tinggi yaitu sekitar 1,07 g/t. Kami yakin aset ini akan berdampak positif terhadap kinerja perusahaan di masa mendatang,” ungkap Herwin dalam keterangan resmi, Jumat (17/3/2023).

Sisa dari pendapatan lain-lain tersebut berupa penghapusan utang dan penilaian inventory (ore stock pile). Oleh karenanya di tahun 2021, BRMS membukukan laba bersih sebesar US$ 69 juta.

Namun demikian, tanpa adanya pelunasan tagihan melalui kepemilikan atas nilai aset tambang emas Kerta sebesar U$ 90 juta tersebut, BRMS akan membukukan rugi bersih (net loss) sebesar U$ 21 juta (yakni laba bersih 2021 sebesar U$ 69 juta – US$ 90 juta = U$ 21 juta).

Adapun laba bersih perusahaan yang dibukukan di tahun 2022 adalah sebesar U$ 13 juta.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia